follow

Sabtu, 29 Agustus 2015

sejarah masjid gunung pujut di desa Sengkol

             Para santri TPQ Al-Hidayah Belong sewaktu Berziarah ke Masjid Kuno
                                              Mimbar Masjid Kuno Gunung PUJUT




Sejarah Masjid Gunung Pujut di Sengkol

Sadarkah kita bahwa sedikit sekali bahkan tidak ada cerita cerita sasak atau sejarah tempat tinggal kita yang disediakan di dunia internet ini, terutama mengenai wilayah di sekitar lombok tengah.
Berikut adalah sedikit deskripsi sekaligus eksposisi dan sejarah mengenai cerita wilayah di LOMBOK TENGAH
Masjid Gunung Pujut, Sengkol, Lombok Tengah
Gunung pujut terletak di wilayah desa Sengkol. Gunung ini tingginya kurang lebih 500 meter diatas permukaan laut


terletak dengan jarak 1 km di sebelah timur ibu kota kecamatan pujut, 11 km di sebelah utara pantai kuta sebagai batas wilayah kecamatan pujut lombok tengah bagian selatan. Menurut sejarah, gunung pujut adalah tempat pusat pemerintahan raja pujut yang memiliki wilayah kekuasaan pemerintahan sendiri. Kerajaan pujut di perintah oleh raja raja dari keturunan raja majapahit di pulau jawa. Raja majapahit itu meninggalkan istananya pada saat agama islam tersebar dengan pesat di wilayah jawa. Waktu itu beliau tidak mau masuk agama islam. Belau meninggalkan istana majapahit dikawal oleh 16 orang pengiring setia menuju pulau lombok. Daerah daerah yang disinggahinya telebih dahulu sebelum tiba di lombok antara lain : Gianyar, Kelungkung dan Karang asam bali. Pada saat itu kerajaan kelungkung merupakan sebuah kerajaan yang besar kekuasaannya di bawah  majapahit. Awal pertamanya di pulau lombok, beliau mendarat di Labuhan tereng, kemudian berbelok dan singgah di pengantap wilayah daerah Tk. II Lombok barat bagian selatan. Dari pengantap beliau terus menuju bayan terus ke selaparang. Dari selaparang beliu melanjutkan perjalanannya ke Gunung Pujut. Di gunung inilah beliau mendirikan kerajaan pujut. Selain sebagai pemegang pemerintahan, beliau juga seorang Biksu karena setiba di gunung pujut belau langsung melakukan semedi seperti seorang Biksu. Sampai sekarang tempat semedinya di kenal dengan nama Pedewa Pujut. Jadi, jelaslah bahwa pada zaman dahulu masyarakat pujut pernah berkebudayaan Hindu. Hal ini dapat kita buktikan dengan adanya peninggalan sejarah berupa :
a. Pedewa Peringga(dahulu tempat menyimpan harta keraton)
b. Pedewa Pujut(tempat Semedi)
c. Pedewa dapur(keraton atau istana)
d. Bekas pendopo, terletak di depan pendewa dapur.
       Keempat peningalan sejarah tersebut diatas berada di puncak gunung pujut.
keturunan dari raja majapahit itulah yang menjadi raja di kerajaan pujut secara turun temurun. Sebagai bukti bahwa beliau berasal dari majapahit adalah adanya lokasi pemakaman atau kuburan bernama Sempana Majapahit terletak di kaki gunung pujut sebelah barat laut.


AGAMA ISLAM MASUK KE KERAJAAN PUJUT
       Pada saat pemerintahan Sri Meraja Olem yang bergelar Raden Gusti(salah seseorang keturunan raja pujut), datanglah utusan dari Sultan Demak ke pujut untuk menyiarkan agama islam. Utusan itu dipimpin oleh pangeran prapen, putra Sunan Giri. Waktu itu Sri Pangeran Prapen kepada Sri Meraja Olem bahwa beliau mendarat di Bayan lansung menuju Selaparang. Atas petunjuk raja selaparang, pangeran prapen dipersilahkan menuju mengingat antara raja pujut dengan raja selaparang mempunyai hubungan yang sangat baik, lebih lebih lagi putri raja selaparang bernama Putri Sailu diambil sebagi permasuri oleh Sri Meraja Olem. Sri Meraja Olem menerima baik ajakan pangeran prapen untuk masuk agama islam. Tambahan pula setelah diketahui bahwa utusan itu adalah putra kandung Sunan Giri. Tidak ada rasa berat hati, sri meraja olem menyatakan diri masuk agama islam. Setelah sri meraja olem memeluk agama islam, agama ini berkembang dengan pesat di pujut. Hal ini dapat di buktikan dengan telah didirikannya masjid gunung pujut kurang lebih tahun 1500 M. Sri Meraja Olem wafat pada tahun +1660 M dan dimakamkan disempana majapahit dikaki gunung pujut.
       Ciri Khas Masjid Gunung Pujut
a. Bangunannya tegak menjulang, atapnya hampir menyentuh tanah. Hal ini mengandung makna bahwa setiap orang yang hendak melakukan sholat haruslah merendahkan diri menghamba kepada tuhan yang maha tinggi.
b. Di puncak atapmasjid gunung pujut terdapat segelendong(setukal) benang putih melingkar. Ini merupakan untaian ikatan yang suci, hubungan yang berkesinambungan antara khalik dan makhluknya.
c. Didalam lingkaran benang putih setukal itu terdapat seribu buah uang bolong yang diikat terpisah pisah menjadi lima ikat. Tiap tiap okatan berisi duaratus buah uang bolong. Hal ini melambangkan kesatuan orang islam yang tidak boleh lalai mengerjakan lima rukun islam.
d. Lingkaran benang dan uang bolong itu ditutupi selembar kain putih. hal ini melambangkan bahewa hati yang suci dan Khusuklah yang dapat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.
e. Diatas kain putih itu terdapat 16 tumpukan uang bolong yang dideret berbentuk segi empat. Tiap sisi segi itu terdapat empat susun uang bolong yang masing masing berisi sembilan biji uang bolong. Hal ini mengandung makna sebagai berikut :
   -16 tumpukan uang bolong, merupakan lambang untuk mengiingat ngingat kembali pertama kalinya raja pujut datang di lombok di kawal dengan 16 orang.
   - Empat susun uang bolong tersebut melambangkan tingkatan ibadah dalam islam.
   - Adapun 9 biji uang bolong yang terdapat pada setiap tumpukan berarti Leng leng sesanga(sembilan lubang) yang ada pada diri setiap manusia: dua buah lubang biji mata, dua lubang telinga, dua libang hidung, satu mulut, satu kubul, satu dubur. Seluruh bahan tersebut diatas : benang, uang bolong, kain putih ditelingkup oleh sebuah mangkok besar yang terbuat dari tanah namanya tepak mengandung makna tertentu. Makna yang terkandung adalah  Amung Allah kang ka puji, artinya setiap orang yang mengakui agama islam hendaknya selalu taat mengerjakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah, sebaiknya menggunakan songkong.  
:) HAL - HAL LAIN
a. Di depan pedewa dapur(keraton atau istana) terdapat sebuah batu besar dan bekas telapak kaki raja pujut.
b. Bekas pedewa dapur masih ada bekas tembok yang tersusun rapi yang bahannya dari batu. jalan masuknya terdiri dari tiga pintu, yakni pintu sebelah utara, barat dan selatan.
c. Di kaki gunung pujut bagian barat laut ada bekas bangunan perigi batu yang dulunya merupakan pintu gerbang kerajaan bagian luar.
d. Di dalam masjid gunung pujut ada dua buah bedug yang batngnya dari kayu lontar sedangkan gendangnya dari kulit kerbau.
e. Makam Sri Meraja Olem terdapat di sempana majapahit di kaki gunung pujut sebelah barat laut. Batu misalnya dari batu hitam.
f. Masjid gunung pujut telah di pugar pemerintah RI pada tahun 1980/1981 dengan tidak mengubah bentuk aslinya.
g. Sekarang ini masjid kuno Gunung Pujut tidak dipergunakan sebagai tempat peribadatan, melainkan dijadikan sebagai bahan studi sejarah.
h. Yang ditugaskan oleh pemerintah dan masyarakat sebagai juru pelihara masjid ini ialah Bapak(bapen) Murdi & sekarang di ganti anaknya, alamat penambong gunung pujut.
الله اعلم
Sumber : Dhesy Marlin.blogspot.com

Jumat, 28 Agustus 2015

SEJARAH LOMBOK & SUKU SASAK





SEJARAH LOMBOK & SUKU SASAK
Penduduk asli Pulau Lombok disebut suku sasak.Bahasanya termasuk golongan bahasa Sasak.Termasuk dalam golongan bahasa Sasak adalah bahasa Samawa.(bahasa di Sumbawa Barat). Mengenai asal usul bahasa sasak ini juga bermacam - macam ceritanya. Salah satu sumber meriwayatkan, bahwa nenek moyang orang sasak datang dari Jawa dengan sasak.Karena itu disebut orang sasak.Sedangkan menurut legenda Doyan Nada  pulau ini dinamakan sasak karena penuh sesak dengan pohon kayu.

Menurut profesor.C.H. Goris menerangkan kata sasak artinya rakit.Sasak asal kata bahasa jawa Kuno.Ethimologis  Sak= pergi,saka= asal.Jadi orang yang pergi dari daerah asal dengan menggunakan rakit sebagai kendaraan, pergi dari Jawa dan mengumpul di Pulau Lombok.Berdasarkan hasil penggalian dan  penelitian  ahli geologi dataran rendah di Lombok Selatan,suatu daratan yang termuda diantaradaratan lain terjadi pada jaman tertier.Terbukti dari fosil  yang terdapat pada batu kapur Rebile dan Mangkung.Di Gunung Sawing terdapat tulang belakang ikan besar.

Memang di Lombok Selatan ini juga terdapat beberapa buah gua yang diperkirakan bekas tempat kediaman manusia purba.Dari hasil penemuan kepurbakalaan  dan riwayat yang tertulis di kemudian hari setelah jauh peristiwa terjadi, dapat kita ketahui bahwa lebih kurang 2000 tahun lampau, pulau Lombok sudah mempunyai penduduk yang kebudayaannya  sama dengan yang terdapat di Vietnam Selatann ,di GuaTabon dan Gua Sasak di Pulau Pallawan(Philipina Tengah).Gili Manuk (Bali), Malolo ( Sumba). Penemuan tu terjadi tahun 1971 di Gunung Piring, Desa Trowai, Kecamatan Pujut,Kabupaten Lombok Tengah.Kemudian dibuktikan dengan penggalian testing yang berhasil dibawah pimpinan Drs. M. M Soekarto, kepala LPPN Kantor Cabang Gianyar Bali.Pendapat ini diperkuat pula oleh Prof Solheim, guru besar di Universitas Hawaii. Menurut kedua ahli diatas kebudayaan mereka yang di Gunung Piring itu termasuk kedalam Shan Huin Kalanay Pottery Tradition

Disamping itu juga masih dikeamatan Pujut terdapat kompleks menhir seperti yang terdapat di Sereeng, Pujut Batu Dendeng.Sisa - sisa kebudayaan Megalitik juga berupa sarcophaag di Sinjangborot ( Kecamatan Bayan LOmbokBarat). Peninggalan kebudayaan Neolitikum atau jaman batu muda berupa kapak batu,bentuknya bagus sudah diasah dan diupam, sehingga halus dan berbentuk indah. Orang sasak menyebutnya bekas pelor petir. Dilihat dari bentuknya termasuk golongan kebudayaan kapak persegi.

JAMAN KUNO

Menurut Babad Lombok,Kerajaan tertua di Lombok dan pertama kali berdiri disebut Desa Laek. Banyak diantara mereka ahli sihir dan dikatan masih animis.Waktu itu mereka belum mengenal raja.Besar kemungkinan mereka dipimpin oleh toa'loka'. Mereka sudah mulai berladang, menanam padi dan kapas. Beberapa tahun kemudian penduduk desa Lae ii pindah membangun negeri baru yang disebut Pamatan.Mereka dipimpin oleh seorang raja. Raja dibantu oleh seorang patih. Alat - alat pemerintahan yang lain juga dibentuk seperti demang - demung, tumenggung,ragga, nyaka,lurah, dipati dan jangka.Mereka beragama Budha,Negara aman dan makmur, banyak didatangi orang dari berbagai negeri di Nusantara. Maka tersebut Pendeta Garendah yang menyebarkan agama Wratsari di Jawa. Setelah Jawa menganut agama wratsari, prabu Majapahit memerintahkan putera - puteranya untuk menyebarkan agam itu ke Timur: Bali, Sasak,Banjar,Makasa, Malaka dan Jambi.

Prabu Majapahit mempunyai empat orang putra. Yang tersuung diutus ke bumi Sasak dan Sumbawa. Yang penengah tinggal mengganti ayahnya di Majapahit. Yang lain itu ke pulau - pulau tersebut diatas. Sekalian daerah - daerah tersebu, termasu sasak tunduk kepada Majapahit dan segera  membangun meru dan sanggah, setelah meninggalkan agama Budha.Putera Majapahit itu mengganti Raja Pamatan dan meresmikan agama Wratsari sebagai agama negara.

Pada jaman pemeritahan putera Majapahit itu, meletuslah Gunung Rinjani yang memusnahkan pamatan.Rakyat lari terpencar - pencar, ada yang sampai di Batu dendeng dan lain - lain di seluruh Lombok. Kemudian bangunlah kerajaan - kerajaan: Pejanggik,Bayan, Sokong dan desa - desa kecil lainnya.

Sumber lain yang mirip cerita ini adalah Babad Suwung.Menurut babad ini kerajaan pertama - tama berdiri di Lombok adalah kerajaan Suwung. Mungkinkah kerajaan ini  yang dimaksud  dengan Pamatan oleh Babad Lombok? Negara Suwung ini kira - kira terletak diantara daerah Sambelie dan Sugian Sekarang.Sedangkan letak pamatan ada yang menduga di Sembalun sekarang.

Negara Suwung diperintah oleh seorang Raja bernama Batara Indra dan permaisurunya bernama Diah Sita.Beberapa puteranya membentuk desa merupakan kerajaan kecil - kecil antara lain :

1. Ama Rara, putera tersulung menjadi pengganti baginda

2.Ama Nyaka, membuat desa Brangbatun,

3.Ama Langkokun,menjadi raja di Langko,alias Rangga Baindesa

4.Ama Salut, menjadi raja di Salut

5.Ama Balun, menjadi raja di Sembalun

6.Ama Bayan, menjadi raja di Bayan.

7.Ama Brangtapen,menjadi raja Pejanggik,jejuluk Rangga Pejanggik

8.Ama Talkoang,Raja Bakong Taliwang di Sumbawa jejuluk Tumenggung Taloang

9.Ki Nyaka Seet, Raja Aik Mual

10.i Nyaka Lombok,Raja Lombok kemudian beralih ke Brenge

11.Ki Nyaka Koarlalang, Raja Benua , jejuluk Tumenggung Benua

12.Ama Pabengeran, Raja Sokong jejuluk Tumenggung Pebarengan.

Sebelum Ama Rara dinobatka, pusat kerajaan akan dipindah dari negara Suwung ke Talkoang (Sumbawa).Tetapi kemudian dibatalkan karena Gunung Rinjani meletus dengan Dahsyatnya.Lalu pusat pemerintahan diputuskan di Lombok setelah memindahkan Nyaka Lombok ke Brenga. Karena Ama Rara bersemayam di Lombok beliau terkenal dengan sebutan Betara Lombok da seluruh kekuasaanya disebut pulau Lombo.Desa - desa dan kerajaan kecil lainnya seperti Sokong, Bayan dan Pejanggik terus berkembang namun mengaui supremasi Negara Lombok. Kedudukan mereka hanyalah sebagai Lurah. Demikian Lombok menjadi besa, makmur dan sejahtera sekalian rakyatnya.

Sumber : MONOGRAFI DAERAH NUSA TENGGARA BARAT JILID 1.Diterbitkan oleh : Proyek Pengembangan Media Kebudayaan. Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Jakarta 1977

(تفضيلُ الكلابِ على كثيرٍ مِمَّنْ ارْتَدَى الثِّيَابَ) (Keutamaan Anjing atas Kebanyakan Orang yang Menggunakan Pakaian)






(تفضيلُ الكلابِ على كثيرٍ مِمَّنْ ارْتَدَى الثِّيَابَ)
(Keutamaan Anjing atas Kebanyakan Orang yang Menggunakan Pakaian)
.Karya:Muhammad bin Kholaf bin Al-Marzuban Al-Baghdadiy (wafat 309 H)


Keutamaan besar bagi manusia, Allah anugerahkan kepadanya akal yang mampu membedakan antara yang baik dan buruk. Dengan akal, manusia punya kasih dan perasaan kepada sesama. Akal itu membantu dirinya dalam memahami wahyu yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul. Akal ibarat pelita yang digunakan dalam mengarungi perjalanan yang diselimuti oleh kegelapan.

Manusia telah diciptakan dengan bentuk yang paling sempurna. Andai seluruh makhluk berkumpul dan bekerja sama dalam menciptakan makhluk yang bernama “manusia”, niscaya mereka tak mampu!!

Maha Suci Allah -Azza wa Jalla- yang telah berfirman dalam Surah At-Tiin: 4-6,
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلاّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ (6)  [التين : 4 – 7]
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.
Al-Imam Abu Abdillah Al-Qurthubiy -rahimahullah- berkata, “Ini menunjukkan kepada anda bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling bagus secara batin dan lahiriahnya; dalam hal keindahan postur tubuhnya, kehebatan susunannya beserta sesuatu yang ada padanya, dada beserta sesuatu yang ia kumpulkan, perut beserta kandungannya, kemaluan beserta sesuatu yang ia kandung, kedua tangan beserta sesuatu yang ia pegang, dan kaki beserta sesuatu yang ia bawa”. [Lihat Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an (20/115), karya Al-Qurthubiy, takhrij  Dr. Mahmud Hamid Utsman, cet. Dar Al-Hadits, 1416 H]
Dengan segala bentuk kesempurnaan dan anugerah Allah kepada manusia, namun sayangnya banyak manusia yang merendahkan dirinya dengan berbagai maksiat dan pelanggaran yang ia lakukan. Semula ia diberi kemuliaan penciptaan dan fitrah oleh Allah -Azza wa Jalla-, tapi ia campakkan semua itu sehingga dirinya bukan lagi makhluk yang termulia, bahkan ia makhluk yang terhina dan paling rendah. Saking rendahnya, ia lebih redah dibandingkan hewan-hewan yang tak diberi akal.

Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَ يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ  [الأعراف : 179]
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raaf : 179)
Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata, “Maksudnya, mereka tak mengambil manfaat dari organ-organ tubuh tersebut yang telah dijadikan oleh Allah sebagai sebab untuk mendapatkan hidayah”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/513), tahqiq Sami bin Muhammad Salamah, cet. Dar Thoibah, 1420 H]
Bila seorang yang tak menggunakan hatinya untuk memahami ayat-ayat Allah, matanya tak digunakan membaca ayat Allah dan telinganya tak digunakan untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, maka orang yang seperti ini akan menjadi orang-orang yang jauh dari kebenaran dan tak akan mendapatkan hidayah dari allah -Azza wa Jalla-. Orang yang seperti ini ibarat binatang yang tak memiliki hati yang digunakan untuk berpikir. Bahkan lebih buruk dibandingkan binatang, karena ia telah diberi hati, mata dan telinga, namun semua itu tak digunakan dalam keridhoan Allah -Azza wa Jalla-.

Mungkin anda pernah bertemu dengan orang yang seburuk ini. Ia memiliki hati, namun hatinya tak digunakan mentadabburi ayat-ayat dan sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, bahkan ia gunakan untuk memikirkan perkara-perkara yang terlarang. Hatinya bukan digunakan untuk memikirkan dan menghafal ayat-ayat, tapi dipakai menyimpan dan menghafal lagu-lagu yang dimurkai oleh Allah. Dia gunakan untuk memikirkan wanita lain yang bukan mahramnya!!

Orang-orang semodel ini memiliki mata, tapi bukan digunakan untuk membaca dan mentadabburi hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya, namun ia pakai melihat aurat wanita. Dia punya pendengaran, namun ia penuhi pendengarannya dengan musik. Padahal telah diketahui bersama bahwa musik dalam syariat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- adalah perkara yang diharamkan.

Fenomena banyaknya manusia yang tak menggunakan akal, mata dan pendengarannya serta organ-orang tubuh yang lainnya dalam perkara-perkara yang dicintai oleh Allah, membuat orang-orang berakal sehat dari kalangan pengikut setia para rasul bergeleng-geleng kepala. Tak heran bila ada seorang ulama yang bernama Muhammad bin Kholaf bin Al-Marzuban Al-Baghdadiy (wafat 309 H) menulis sebuah kitab yang berjudul “Fadhl Al-Kilaab ala Katsirin mimman Labitsa Ats-Tsiyaab” (Keutamaan Anjing atas Kebanyakan Orang yang Menggunakan Pakaian).

Beliau menjelaskan beberapa perkara yang menunjukkan keutamaan anjing yang merupakan binatang yang paling hina dan menjijikkan dibandingkan kebanyakan manusia-manusia lalai yang tak menggunakan akal sehatnya.

1. Bila seseorang memperhatikan anjing, maka ia akan mendapati bahwa anjing itu amat penyayang kepada majikannya dibandingkan seorang ayah terhadap anaknya. Lihatlah anjing bila ia menjaga majikannya dan keluarganya, ia ada atau tidak, ia tidur atau terjaga, anjing tak akan teledor dari tugasnya, walaupun terkadang sang majikan berbuat kasar kepadanya; ia tak akan menghinakan majikannya, walapun si majikan menghinakannya.

2. Bila dibandingkan dengan manusia-manusia di zaman ini, maka kita akan malu di hadapan anjing. Sebab, berapa banyak orang diantara kita bila diberi amanah, namun ia akan berbuat curang dan khianat kepada atasan atau orang yang memberinya amanah sehingga muncullah istilah “pagar makan tanaman” atau “jeruk makan jeruk”. Dari sinilah bermunculan aksi korupsi, pencurian, pemerkosaan anak kandung dan sederet pengkhianatan lainnya!!

Parapembaca yang budiman,

3.diantara sifat anjing, ia senantiasa takut kepada majikannya. Begitulah sifat orang-orang sholih yang selalu takut kepada Allah. Sementara kebanyakan manusia lalai diantara kita, ia tak pernah takut kepada Allah!! Dengan bebasnya ia bergumul dalam maksiat. Tak ada rasa takut bila ia berbuat syirik, kekafiran dan pelanggaran lainnya. Rumah-rumah bordir dan diskotik dipenuhi oleh manusia yang berakal, namun hati dan akalnya tak berfungsi. Na’udzu billah…

4. Anjing tidaklah memiliki rumah, selain rumah majikannya. Ini merupakan simbol kuatnya tawakkal mereka. Sifat tawakkal inilah yang layak kita contoh dari mereka. Binatang saja bisa bertawakkal, mengapa kita sebagai manusia tak mampu bertawakkal. Karenanya, seorang mukmin selayaknya berusaha mencari penghidupan untuk diri dan tanggungannya sambil menyandarkan urusan kepada Allah. Bila berusaha mencari rezeki, lalu gagal, maka seorang yang bertawakkal tak sepantasnya frustasi, apalagi stres atau bahkan bunuh diri!!! Dunia hanyalah sementara bagi orang-orang beriman untuk memetik bekal menuju akhirat. Orang jadi miskin atau gagal dalam urusan dunia, bukanlah tolok ukur bahagia tidaknya seseorang di sisi Allah.

5. Sifat lain yang dimiliki anjing, ia tak tidur di malam hari, kecuali sedikit. Demikian itulah sifat orang-orang yang menginginkan kebaikan. Di malam hari ia bangun melaksanakan sholat tahajjud, sementara manusia tertidur lelap. Di siang hari ia bekerja dan beribadah.

Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

كَانُوا قَلِيلاً مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ  [الذاريات : 17]
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam”. (QS. Adz-Dzariyaat : 17)

Begitulah kehidupan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabat, sedikit tidur demi menghambakan diri di hadapan Allah. Bukan seperti kebanyakan manusia di zaman ini, mereka banyak tidurnya dibandingkan ibadahnya. Ada juga diantara mereka yang sedikit tidurnya, namun ia bukan begadang untuk kebaikan akhiratnya. Dia begadang dalam maksiat dan perbuatan sia-sia, seperti mereka yang menghabiskan malamnya ngobrol (lewat telepon, SMS,  chating dan sejenisnya) dengan lawan jenisnya demi mengumbar syahwat. Matanya mampu terbelalak dan menangis karena godaan kekasih. Sementara matanya tak pernah menangis karena takut kepada Allah.

6. Sifat lain bagi anjing, ia tak mewariskan apapun bagi keturunannnya bila ia mati. Dari sini ada isyarat tentang sifat zuhud. Sebab, seorang yang zuhud senantiasa memperhatikan dan mengutamakan kebaikan yang ia akan raih di akhirat dibandingkan kepentingan duniawinya sehingga ada sebagian diantara mereka yang tidak meninggalkan apapun untuk keluarga dan anak-anaknya, kecuali Allah -Azza wa Jalla-, seperti yang dialami oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan sebagian sahabat -radhiyallahu anhum-.

Parapembaca yang budiman.

7. anjing juga memiliki sifat kesetiaan yang tinggi. Ini terlihat bila majikannya berbuat apapun, maka ia tak akan meninggalkannya, walaupun si majikan berbuat kasar dan memukulnya. Ini adalah sifat setia dan sabar yang terdapat pada diri anjing. Berbeda dengan sebagian orang yang ada di zaman kita ini saat ia mencari suatu kebaikan dari seorang guru, lalu gurunya berbuat kasar dan tak sopan pada dirinya, maka ia akan lari dan gulung tikar seraya membenci dan memusuhi gurunya.

8. Sifat qona’ah juga terdapat pada anjing. Apapun yang kita berikan kepada anjing berupa makanan dan tempat, maka ia akan ridho. Demikianlah selayaknya seorang yang tawadhu’, apapun yang Allah berikan kepada dirinya, walapun itu sedikit, maka ia selalu bersyukur. Bila ia diberi banyak, maka ia tak pernah menyombongkan diri dan angkuh di hadapan hamba-hamba Allah.

9. Ketika anjing bersalah, lalu ia diusir dan pergi dari tempatnya, maka ia akan kembali ke tempatnya. Ini adalah sifat orang-orang yang ridho dan setia. Lain halnya dengan manusia di zaman ini, bila ia bersalah, maka ia akan bertahan pada posisinya dan siap melakukan perlawanan dengan segala cara. Dia tak mau pergi dan berpikir, lalu meminta maaf kepada orang yang ia zhalimi dan berbuat salah kepadanya. Ia sudah tahu dirinya bersalah, tapi tetap mencari-cari pembenaran dan keras kepala. Kadang orang yang seperti ini pergi, bukan untuk berpikir dan kembali dalam keadaan sadar, tapi ia pergi demi menyusun strategi dan makar. Adapun anjing, tak demikian halnya; ia akan pulang ke kandangnya dengan tenang dan pelan.

10. Keutamaan lain, bila anjing kita usir dan pukul, lalu dipanggil kembali, maka ia akan menyambut panggilan, tanpa rasa dendam. Ini adalah sifat orang-orang yang patuh. Orang yang diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah, akibat maksiat yang ia lakukan, bila pada dirinya masih ada kebaikan, maka ia akan segera kembali kepada Allah -Azza wa Jalla- dan memohon ampunan-Nya, bukan semakin jauh dalam maksiatnya. Oleh karenanya, seorang yang berakal saat ia bermaksiat, maka ia tak boleh berpegang dengan prinsip konyol yang berbunyi “Terlanjur basah”!! Tapi ia segera sadar dan berhenti.

Demikian pula seorang anak yang diusir oleh kedua orang tuanya, maka hendaknya jangan semakin menjauh dan durhaka, tapi hendaknya ia kembali kepada mereka untuk meminta maaf dan mencari keridhaannya, tanpa ada perasaan dendam kepada mereka, walaupun mereka pernah memukul dan menyakiti hati kita. Apalagi orang tua biasanya berbuat demikian karena untuk kebaikan kita juga.

11. Perkara lain yang membuat kita takjub kepada anjing, bila waktu makan telah datang dan semuanya terhidang, maka ia akan duduk atau berada di tempat yang jauh demi mengharap sesuap nasi. Begitulah ciri para masakin (orang-orang miskin), mereka selayaknya memiliki adab saat bertamu, bukan berbuat tak sopan dan melanggar tata krama. Bahkan seorang miskin harus menjaga adab dan sifat malunya, jangan terlalu lancang sehingga orang pun akan jengkel. Ada yang lebih parah dari itu, saat tuan rumah lalai, mereka manfaatkan waktu untuk mencuri!! Sudah miskin, kurang ajar lagi!!!

12. Anjing juga memiliki ketulusan kepada orang lain. Bila ada seorang yang datang dari suatu tempat sambil membawa sesuatu, maka anjing itu akan menyertainya, tanpa melirik kepada barang bawaan orang itu. Ini merupakan lambang ketulusan. Sifat ini seyogianya ada pada diri kaum muslimin. Setiap kali ia menyertai orang lain dalam sebuah urusan atau perjalanan, maka semestinya ia selalu berlaku tulus dalam membantu urusannya. Seorang hendaknya menghindari ungkapan “ada udang di balik batu”. Orang yang memegang ungkapan ini sebagai prinsip hidup, ia tak akan bekerja dengan tulus hati bersama kita. Orang yang seperti ini tak layak jadi pendamping, apalagi menjadi pemimpin!!

13. Diantara keistimewaan anjing, ia mengenal pemiliknya serta tempat tinggalnya. Inilah selayaknya sifat yang dimiliki oleh seorang hamba di hadapan Allah. Dia selalu mengenal dan mengingat Rabb-nya, baik di kala ia susah, maupun senang serta sadar bahwa suatu saat ia akan kembali kepada Allah di akhirat.

Inilah sebagian sifat dan keistimewaan anjing yang terkadang sirna pada kebanyakan manusia yang lalai terhadap ketaatan kepada Penciptanya, Allah -Ta’ala-, sehingga anjing pun lebih mulia dibandingkan mereka. Nas’alullahal afiyah was salamah.

Sumber : Buletin Jum’at At-Tauhid. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas

Kamis, 27 Agustus 2015

Mari lihat penyebab gejala jerawatmu



Dimana Jerawatmu Tumbuh Memberitahumu Tentang Kesehatan Tubuhmu


Jenis jerawat manakah kamu?

1.Jerawat di dahi

Penyebab : stress, suka marah-marah, menyebabkan jantung dan peredaran darah tidak lancar.

Penyembuhan : Bangun pagi dan tidak bergadang, banyak minum air putih

2.Jerawat di tengah-tengah alis

Penyebab : banyak pikiran, banyak masalah hati, jantung berdebar-debar

Penyembuhan : hindari olahraga keras, merokok, minum bir, dan makanan pedas

3.Jerawat di hidung

Penyebab : sering maag, sistem pencernaan tubuh sedang sakit

Penyembuhan : hindari makanan minuman dingin



4.Jerawat di tulang hidung

Penyebab : berhubungan dengan rahim atau sistem reproduksi

Penyembuhan : jangan berpantang atau puasa terlalu larut, seringlah jalan-jalan menghirup udara segar

5.Jerawat di pipi kanan

Penyebab : sistem kerja paru-paru bermasalah

Penyembuhan : jaga kesehatan saluran pernafasan, hindari makan mangga, talas, seafood dan makanan yang mudah membuat aleergi lainnya


6.Jerawat di pipi kiri

Penyebab : Sistem kerja ginjal bermasalah

Penyembuhan : istirahat cukup, keep good mood, buka AC kalau kepanasan, jangan biarkan tubuhmu kepanasan dan pengab.

7.Jerawat di sekitar bibir

Penyebab : Sembelit menyebabkan akumulasi zat racun dalam tubuh, atau pengaruh penggunaan pasta gigi yang kandungan fluoridenya berlebih.

Penyembuhan : Banyak konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah

8.Jerawat di dagu

Penyebab : gangguan endokrin

Penyembuhan : kurangi konsumsi makanan minuman dingin


9.Jerawat di sisi mata

Disebabkan karena makanan yang dikonsumsi mengandung terlalu banyak bahan kimia, sehingga terjadi obstruksi kandung empedu. Maka kita harus segera mensterilkan dalam tubuh kita.

Sumber: Cerpen.co.id

pantun sasak nasehat

Kela' manis daun ketujur
Daun paqis araq sepempang
Epen tangis leq dalem qubur
Tangis awak saq ndek wah sembahyang

Mulen pedis buaq paoq
Saq tebau masih kataq
Lawang surge sangat sin jaoq
Leq manusie saq ndeq bkewaq

Mulen solah siq bulu kriting
Tandene dengan sino kuat
Ilmu agame sangat siq penting
 jari bekal lemaq leq akherat

Mulen siq berang rurung aspal
Langen dengan lampaq bgawean
Sembahyang lawang selapuq amal
Niat inti selapuq pegawean