TERJEMAH KITAB ADABUSSULUKIL MURID (“Risalutul-Murid” Petunjuk Jalan Thariqat)
Segala puji bagi Allah, tiada illah yang berhak
disembah dengan sebenar melainkan Dia. Shalawat dan Salam semoga tercurah atas
Penutup para Rasul dan Nabi, Muhammad saw, atas keluarga dan para sahabat serta
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian
kelak. Amma ba’du, Alhamdulillah, dengan rahmat pertolongan Allah dapat
diakhiri penafsiran kitab“Risalatul Murid” karangan Al-Quthb Aqthob Wal Ghouts
Al-Habib Abdullah bin Alwi AlHaddad ra yang telah diterjemahkan bahasa
oleh Syed Ahmad Semait. Kami mengucapkansyukur kepada Allah Taala yang telah
memberi taufiq pada Syed Ahmad Semait didalam jasanya meluangkan masa
sehingga selesailah terjemahan bahasa oleh beliau atas pertolongan dan
keizinan dari Allah jua. Semoga Allah Taala merahmati beliau atas jasa danniat
baik beliau dan mengumpulkan beliau didalam kumpulan orang-orang yang
‘bahagia’. Dengan ini kami ingin mengambil kesempatan untuk mengenalkan
sedikit tokoh yang agungbagi mereka yang belum mengenali beliau, walaupun kami
yakin bahwa seluruh makhluk dibumi ini sudahpun mengenali latar belakang
seorang manusia yang mencintai Allah dan RasulNya dan Allah serta RasulNya
mencintai beliau ra.
Tentang Al-Habib Abdullah Al-Haddad; Al-Arifbillah
Quthbil Anfas Al-Imam Habib Umar bin Abdurrohman Al-Athos ra
mengatakan;“Al-Habib Abdullah Al-Haddad ibarat pakaian yang dilipat dan baru
dibuka di zaman ini,sebab beliau termasuk orang terdahulu, hanya saja ditunda
kehidupan beliau demikebahagiaan umat di zaman ini (abad 12 H)”. Al-Imam
Arifbillah Al-Habib Ali bin Abdullah Al-Idrus ra mengatakan; “Sayyid Abdullah
bin Alwy Al-Haddad adalah Sultan seluruh golongan Ba Alawy”. Al-Imam
Arifbillah Muhammad bin Abdurrahman Madehej ra mengatakan; “Mutiara
ucapan Al-Habib Abdullah Al-Haddad merupakan obat bagi mereka yang
mempunyai hati cemerlangsebab mutiara beliau segar dan baru, langsung dari
Allah swt. Di zaman sekarang ini jangantertipu dengan siapapun, walaupun sudah
melihat dia sudah memperlihatkan banyak melakukan amal ibadah dan
menampakkan karamah, sesungguhnya orang zaman sekarangtidak mampu berbuat
apa-apa jika mereka tidak berhubungan dengan Al-Habib Abdullah Al- Haddad
kerana Allah swt telah menghibahkan kepada beliau banyak hal yang tidak mungkindapat
diukur.” Al-Imam Abdullah bin Ahmad Bafaqih ra mengatakan; “Sejak kecil
Al-Habib Abdullah Al- Haddad bila matahari mulai menyising, mencari
beberapa masjid yang ada di kota Tarimuntuk sholat sunnah 100 hingga 200
raka'at kemudian berdoa dan sering membaca Yasinsambil menangis. Al-Habib
Abdullah Al-Haddad telah mendapat anugrah (fath) dari Allahsejak masa
kecilnya”.Sayyid Syaikh Al-Imam Khoir Al-Diin Al-Dzarkali ra menyebut Al-Habib
Abdullah Al-Haddad sebagai fadhillun min ahli Tarim (orang utama dari Kota
Tarim)
Al-Habib Muhammad bin Zein bin Smith ra berkata; “Masa
kecil Al-Habib Abdullah Al- Haddad adalah masa kecil yang unik. Uniknya
semasa kecil beliau sudah mampumembahaskan masalah-masalah sufistik yang sulit
seperti mengaji dan mengkaji pemikiranSyaikh Ibnu Al-Faridh, Ibnu Aroby, Ibnu
Athoilah dan kitab-kitab Al-Ghodzali. Beliau tumbuhdari fitrah yang asli dan
sempurna dalam kemanusiaannya, wataknya dan kepribadiannya”. Al-Habib
Hasan bin Alwy bin Awudh Bahsin ra mengatakan; “Bahwa Allah telahmengumpulkan
pada diri Al-Habib Al-Haddad syarat-syarat Al-Quthbaniyyah”. Al-Habib Abu
Bakar bin Said Al-Jufri ra berkata tentang majelis Al-Habib Abdullah
Al- Haddad sebagai majelis ilmu tanpa belajar (ilmun billa ta’alum) dan
merupakan kebaikansecara menyeluruh. Dalam kesempatan yang lain beliau
mengatakan, “Aku telah berkumpuldengan lebih dari 40 Waliyullah, tetapi aku
tidak pernah menyaksikan yang seperti Al-Habib Abdullah Al-Haddad dan
tidak ada pula yang mengunggulinya, beliau adalah Nafs Rahmani,bahwa Al-Habib
Abdullah Al-Haddad adalah asal dan tiada segala sesuatu kecuali
daridirinya”.Seorang guru Masjidil Haram dan Nabawi, Syaikh Syihab Ahmad
al-Tanbakati ra berkata;“Aku dulu sangat ber-ta’alluq (bergantung) kepada
Sayyidi Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.Kadang-kadang dia nampak di hadapan
mataku. Akan tetapi setelah aku ber-intima’(condong) kepada Al-Habib Abdullah
Al-Haddad, maka aku tidak lagi melihatnya. Kejadianini aku sampaikan kepada
Al-Habib Abdullah Al-Haddad. Beliau berkata; ‘Syaikh AbdulQadir Al-Jailani di
sisi kami bagaikan ayah. Bila yang satu ghaib (tidak terlihat), maka
akandiganti dengan yang lainnya. Allah lebih mengetahui.’ Maka semenjak itu aku
ber-ta’alluqkepadanya”. Al-Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi ra; seorang
murid Al-Habib Abdullah Al-Haddad yangmendapat mandat besar dari beliau,
menyatakan kekagumannya terhadap gurunya denganmengatakan, ”Seandainya aku dan
tuanku Al-Habib Abdullah Al-Haddad ziarah ke makam,kemudian beliau mengatakan
kepada orang-orang yang mati untuk bangkit dari kuburnya, pasti mereka
akan bangkit sebagai orang-orang hidup dengan izin Allah. Kerana akumenyaksikan
sendiri bagaimana dia setiap hari telah mampu menghidupkan orang-orang
yangbodoh dan lupa dengan cahaya ilmu dan nasihat. Beliau adalah lautan ilmu
pengetahuan yangtiada bertepi, yang sampai pada tingkatan Mujtahid dalam
ilmu-ilmu Islam, Iman dan Ihsan. Beliau adalah mujaddid pada ilmu-ilmu
tersebut bagi penghuni zaman ini”.Syaikh Abdurrahman Al-Baiti ra pernah
berziarah bersama Al-Habib Abdullah Al-Haddad kemakam Sayidina Al-Faqih
Al-Muqoddam Muhammad bin Ali Ba’Alawy, dalam hatinyaterbetik sebuah pertanyaan
ketika sedang berziaroh, “Bila dalam sebuah majelis zikir parasufi hadir
Al-Faqih Al-Muqaddam, Syaikh Abdurrahman Asseqaff, Syaikh Umar al-Mukhdar,Syaikh
Abdullah Al-Idrus, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan yang semisal setara
denganmereka, mana diantara mereka yang akan berada di baris depan? Pada waktu
itu guruku, Al- Habib Abdullah Al-Haddad, menyingkap apa yang ada
dibenakku, kemudian dia mengatakan,‘Saya adalah jalan keluar bagi mereka, dan
tiada seseorang yang boleh masuk kepada merekakecuali melaluiku.’ Setelah itu
aku memahami bahwa beliau Al-Habib Abdullah Al-Haddad,adalah dari abad 2 H,
yang diakhirkan kemunculannya oleh Allah swt pada abad ini sebagairahmat bagi
penghuninya”. Al-Habib Ahmad bin Umar bin Semith ra. Mengatakan; “Bahwa
Allah memudahkan bagi pembaca karya-karya Al-Habib Abdullah Al-Haddad
untuk mendapat pemahaman (futuh), dan berkah membaca karyanya Allah memudahkan
segala urusannya agama, dunia dan akhirat,serta akan diberi ‘Afiat
(kesejahteraan) yang sempurna dan besar kepadanya”. Al-Habib Thohir bin
Umar Al-Hadad ra. Mengatakan; “Semoga Allah mencurahkankebahagiaan dan
kelapangan, serta rezeki yang halal, banyak dan memudahkannya, bagimereka yang
hendak membaca karya-karya Al-Quthb Aqthob wal Ghouts Al-Habib Abdullahbin Alwy
Al-Haddad ra”. Al-Habib Umar bin Zain bin Semith ra mengatakan bahwa
seseorang yang hidup sezamandengan Al-Habib Abdullah Al-Haddad ra; bermukim di
Mekkah, sehari setelah Al-Habib Abdullah Al-Haddad wafat, ia
memberitahukan kepada sejumlah orang bahwa semalam beliaura sudah wafat. Ketika
ditanya darimana ia mengetahuinya, ia menjawab, “Tiap hari, siangdan malam,
saya melihat beliau selalu datang berthawaf mengelilingi Ka’bah (padahal
beliauberada di Tarim, Hadhramaut). Hari ini saya tidak melihatnya lagi, kerana
itulah sayamengetahui bahwa beliau sudah wafat”. Alhamdullillah, semoga
karangan beliau ini dapat dijadikan pedoman bagi sesiapa yangbenar-benar mempunyai
keinginan yang hakiki untuk menempuh jalan para salaf yangterdahulu dan semoga
Allah Taala melimpahkan futuh (kepahaman) dan juga dapat mengamalkan
segala garis pandu dari beliau atas pertolongan dan keizinan dari Allah
TaalaYang Maha Pengampun Lagi Maha Permudahkan. Kami yakin, bahwa Allah Taala
tidak akanmenghampakan hamba-hambaNya yang benar-benar ingin berhijrah pada
Allah dan RasulNya dan sesungguhnya Allah Taala tidak pernah menghampakan
hamba-hambaNya!Semoga Allah Taala memberikan nihayahNya pada para pembaca
khususnya bagi para salik untuk mencapai niat hati.Semoga Allah Taala
dengan keredhaanNya dapat mengumpulkan kita semua didalamgolongan
hamba-hambaNya yang ‘bahagia’ dan menerima keampunan kita semua. Amin
Ya Rabbal Alamin.Kami sedekahkan segala kebaikan-kebaikan pada Guru, Kedua
IbuBapa, Keluarga dansekelian Kaum Muslimin dan kami redha menerima segala
kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam penafsiran kitab ini. Yang
sempurna itu dari Allah dan yang buruk itu dari diri kamisendiri.Kami mohon
maaf diatas kekurangan-kekurangan dan kesalahan yang timbul disana-sini.Sebagai
manusia kami tentunya tidak dapat terlepas dari kesalahan dan kekeliruan.
Olehkerana itu kami mengharapkan teguran dan pembetulan para pembaca sekelian
untuk lebihmenyempurnakan kitab Risalutul Murid ini. Kerana kitab-kitab dari
para salaf seperti inimerupakan perbendaharaan yang sangat berharga bagi kaum
muslimin, khususnya bagi anak cucu kita dan generasi dimasa
mendatang. Mudah-mudahan amal ini menjadi amal sholeh bagi kita semua,
pada hari yang tiada lagiberguna harta dan keturunan kecuali orang-orang yang
datang menemui Allah dengan hati yang salim.Sesungguhnya Allah Taala Maha
Berkuasa atas segala sesuatu.Faqir ila Rabbihi Al-Jalil
Muqadimmah:
Keterangan:
“Alhamdulillah dengan Inayah dan TaufiqNya dimana
peraturan dan garisan bagi murid AlHaq yang di ambil dari terjemahan
buku “Risalatul Murid – Jalan Petunjuk Thariqat” oleh Imam Habib Abdullah
Bin Alwi AlHaddad bagi murid murid mempunyai keinginan yanghakiki untuk
mencapai maksud “Hatinya” yang tidak bercampur baur oleh selaindaripadaNya.
Risalah kecil ini termuat Ilmu Thariqat untuk
salik yang menuntut IlmuThariqat sebagai pedoman di mana akan di sampaikan
cara cara khususnya bagi murid murid yang hakiki
sahaja
supaya tercapai maksud hati mereka dengan Inayah dan
Taufiq dari Allah swt dan RasulNya saw”.
Siapakah Ahli Ahli Thariqat?
“Sesiapa saja yang ingin memilih kebersihan dari yang
kotor, ingin menyeduk yang jernih dari yang keladak dalam mengarahkan diri
menuju ke jalan akhriat, jalan yang penuh denganranjau dan duri, jalan tempat
semua manusia diduga dan diuji, siapa diantara mereka yangdapat melaksanakan
peraturan dan mengerjakan amalan yang sholeh, sehingga Malaikat Maut
datang menjemputnya dengan lemah lembut diiringi dengan niat yang baik dari
merekaitu ‘untuk membawa mereka keHadirat Allah saw’, dimana dalam meninggalkan
dunia ini yang fana dan memperolehi ‘Husnul – Khatimah’, iaitu suatu
keuntungan yang amat besar. Insyallah.Sesiapa yang tidak ada keinginan
untuk memilih kebersihan dari yang kotor maka
jangan
membaca risalah kecil ini kerana akan membuang
masa mereka saja. Tetapi bagi mereka yangingin mengetahui lebih lanjut dimana
Hatinya berdetik untuk meneruskan pembacaannya akanisi kandungan, peraturan dan
garisan garisan yang termuat didalamnya. Mudah mudahanmereka dapat Inayah
daripada Allah swt dan RasulNya. Amin. Harus dipahami bahwa ketentuan dari
Allah swt pasti berlaku atas sesiapa yang menceburkandiri di dalam Ilmu
Thariqat. Khabar ini bukan untuk menakutkan mereka yang pertama kalimenceburkan
diri di dalam mengikuti peraturan dan garisan, penuh dengan ujian dan
cubaankerana Allah swt melihat akan kedalaman Hati (niat sebenar) seseorang
samada Cinta, Kasih,Sayang dan menyerahkan Jiwa Raganya kepada yang Memiliki,
Menghidupkan dan Mematikan dirinya bukan selain daripadaNya”.
Seterusnya perhatikan di sini akan pengertian Murid
dan Syeikh
“Murid bukanlah pelajar di bangku sekolah bahkan
maksudnya ialah seseorang yang mencari pemimpin ke jalan Allah menerusi
seorang Syeikh. Sedangkan Syeikh pula ialah Gurunya atauPemimpinnya dimana
diambil pelajaran, samada dengan cara biasa: iaitu belajar, ataupundengan cara
luar biasa iaitu: menerusi pandangan seorang guru yang ada kalanya denganberhadapan
muka dan ada kalanya menerusi pandangan Hati.
Ilmu ini ialah Ilmu yang khusus yang diberikan oleh
Allah swt kepada para kekasih dan para pencari dan bukan ilmu yang boleh
dibelajar menerusi seorang guru ataupun dapat diterangkan selok-beloknya
didalam sebuah buku, sebagaimana umumnya berlaku kepadailmu zahir. Orang yang
mengetahuinya hanya mereka yang telah mengalaminya saja, seperti
Auliya Allah, para Shiddiqin dan Sholihin; iaitu orang
orang yang telah dikurniakan Allahkepada mereka Ilmu Kebatinan.Semuga Allah swt
mengurniakan kita semua TaufiqNya supaya dapat mencontohi perjalanan para
Salaf Sholeh dan para Ulama Sholihin, supaya kita semua dilindungiNya dari
segala citacita yang tidak baik, dipeliharaNya dari segala bahaya dan
malapetaka, sehingga terselamat di dunia dan di akhriat, sesungguhnya Dia
Pemberi Taufiq dan Hadiyah. Amin, Khair Insyallah”.
Pendahuluan:
Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang.Tiada
Daya dan Tiada Usaha melainkan dengan Izin Allah Maha Tinggi dan Maha
Agung.Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang dengan kehendakNya telah
meletakkan “dorongankemauan” di dalam hati para murid murid sebagai pencarinya.
Insyallah dengan “dorongankemauan” itu akan membimbing murid menuju ke jalan
kebahagian; iaitu
“Jalan Iman danIbadah”
dan menolak segala keinginan untuk meninggikan diri
dan mencari pangkat.
Keterangan:“Yang di maksud “dorongan kemauan” dengan
Qudrat dan Iradah Allah Taala yangterkandung di dalam IlmuNya menghulurkan
tanganNya untuk menarik hambaNya diatas IradahNya. Kata “Dorongan” adalah
seperti menghulurkan tangan (maha suci Allahdaripapada mempunyai sifat seperti
makhlukNya) untuk memimbing HambaNya menujukepada Kehampiran denganNya iaitu
Jalan Kebahagian. Kata “Kemauan” bermaksud dengan Iradah (kehendakNya) Allah
Taala memilih Hamba pilihanNya untuk memimpin tangan HambaNya ke Jalan
Kebahagian Dunia & Akhirat”. Masyallah, Subhanallah . . .Yang di maksudkan
“Jalan Iman dan Ibadah” adalah pegangan keimanan yang sangat kuat seolah
olah dirinya dapat melihat Allah swt sebagai Tuhan yang disembah dan
melaksanakansegala Ibadah mengikut jejak langkah para Salaf dengan berpandukan
AlQuran dan Sunnah Rasul saw.Perhatikan dengan teliti pemberian Allah
Taala yang sungguh luarbiasa yang tidak dapat kita fikirkan dan rasakan,
dimana Dia sendiri dengan sifat Kasih Sayang menjemput hambahambaNya yang sedar
akan adanya ‘dorongan kemauan’ di dalam hati mereka. Sesiapa yangmenyedari
‘dorongan kemauan’ itu, sambutlah tanganNya dan terimalah panggilanNyadengan
meletakkan dinding dinding besi yang kukuh dan kuat mengelilingi
‘dorongankemauan’ tersebut daripada di ganggu oleh sesiapapun juga. Jika
orang yang asyik mencari dunia, apatah lagi mengejarnya dengan penuh tenaga
dan perhatian akan tersungkur ke dalam api neraka serta di timpa kecelaan
dan kehinaan dari penghuni bumi dan penghuni langit. Maka sewajarnya bagi
orang yang waras akal fikiranmembelakangkan dan memelihara diri daripada
terperangkap dalam tarikan dunia danisinya”.
Orang yang berkeinginan masuk surga tidak cukup hanya
dengan “Angan Angan”, malahhendaklah disertakan dengan keimanan dan amal Sholeh
kepadaNya. Kita tetap menjalankan segala perintahnya dan menjaga
larangannya. Menjalankan wirid wirid harian dan lain
lain”.Keterangan:“Jangan menunggu waktu sihat bermaksud; orang yang sihat tidak
ada ujian dan cubaan dandengan mudah dapat hadir tanpa memberikan alasan,
melaksanakan amal bakti tetapi orang yang penat selepas kerja, letih, yang
sakit dan ada saja halangan-halangan supaya dia tidak dapat hadir,
melaksanakan amal bakti itu adalah ujian dan cubaan berat baginya. Sekiranyadia
dapat mengatasi masalah ini maka Allah Taala akan “SENYUM” keatas dirinya
keranadia mempunyai Haqul Yakin bahwa kehadirannya akan membuat Allah Taala,
senyum, Rasulullah saw, senyum, Para Malaikat yang ditugaskan menjaga
majlis bakti, senyum, Para penduduk bumi, senyum, Para penduduk langit
senyum. Masyallah, Subhanallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”.
Berkata Ibu Atha’ didalam kitabnya Al-Hikam: Melambat
lambatkan suatu pekerjaan sehinggaada peluang menunjukkan kebodohan jiwanya.
Keterangan:“Maksud; Mencari alasan demi alasan supaya
tidak perlu hadir untuk melaksanakan amalbakti dan menunda-nundakan peluang
(untuk mencari alasan alasan) untuk diberimenunjukkan dia lebih senang
mendengar nasihat syaitan daripada seruan Allah Taala dan RasulNya”.
Taubat
Langkah pertama yang harus dilalui oleh setiap murid
dalam menuju kepada Allah Taala ialahdengan bertaubat kepada Allah Taala dengan
sebenar benarnya taubat daripada segala dosa.
Jika ada sesuatu hak orang lain dalam simpannya yang
telah dizaliminya pada masa lalu, makaharuslah dikembalikan pada pemilik hak
jika barangnya masih ada. Jika barangnya sudah tidak ada haruslah diganti
dengan lain ataupun dipohon dari pemiliknya untuk dihalalkan.Sebab orang
(murid) yang masih bergantung
zimmatnya
(menanggung hak orang) dengan hak orang lain
tidak berkemungkinan dapat menuju ke jalan Allah Taala.
“Habib Abdullah AlHaddad menjelaskan bahwa bertaubat
harus dilakukan pada semua murid murid yang ada keinginan untuk menuju
kepada Allah swt dengan taubat yang benar,mengandungi maksud “dengan penuh
keinsafan dan ikhlas atas taubatnya itu”.Keterangan:“Sekiranya ada didalam
simpanannya atau sudah dihilangkan atau sudah dijualnya tanpa pengetahuan
pemiliknya hendaklah di kembalikan sekiranya masih ada. Sekiranya sudah
tidak ada harus diganti. Sekiranya tidak berkemampuan hendaklah memohon
maaf pada pemiliknyasupaya menghalalkannya sekiranya pemilik itu setuju. Kalau
tidak, maka mahu atau tidak harus digantikan, tidak ada jalan
lain.Terjebaknya seseorang melakukan demikian adalah seperti berikut:1. Suka
menjadi Pak Sanggup: Pada permulaannya ada niat yang bersih untuk menolong
pada pemilik samada untuk di simpan atau untuk diperbaiki barang kepunyaan
pemilik itu.
2. Niat bersih bertukar: Pada suatu masa datanglah
niat si pak sanggup itu bertukar keranadesakkan kehidupan yang sempit sehingga
sanggup menjual atau mengadai barang kepunyaan pemilik itu tanpa
pengetahuan pemilik sebenar. Kerana didalam kiraannya, dia sanggupmengantikan
atau menebus balik barangan itu semula pada masa tertentu.3. Hati yang kotor:
Bila sudah tidak dapat mengembalikan barang kepunyaan pemilik, hatinyabertukar
menjadi kotor hingga sanggup buat tak tahu yang dia ada menerima sesuatubarangan
yang bukan kepunyaannya yang harus dikembalikan walaupun berdepan
dengan pemilik yang sebenar tanpa segan silu dan perasaan takut.4. Tiada
ketakutan dalam hatinya: Pertama, Allah Maha Mengetahui akan sikap si
pak sanggup itu yang tidak akan dapat mengembalikan barangan kepunyaan
pemilik sebenar tetapi Tuhan mengizinkan juga kerana ada kemungkinan
datang pada pak sanggup itu sifat tahu memilih untuk menjadi seorang yang
amanah didalam perjanjiannya. Kedua, oleh keranacetek ilmu pengetahuan agama
maka si pak sanggup itu tidak dapat menilai mana yang baik,mana yang buruk
dimana ada tertanam didalam hatinya bahwa bila ada rezki akandikembalikannya.
Ketiga, si pak sanggup lupa dan tidak tahu bahwa dia tidak mempunyaikeupayaan
dan kuasa untuk mengembalikan barangan itu hanya bersandar kepada rezki
yangakan datang tanpa berusaha untuk membuat sesuatu tapi hanya duduk dan
mengharap aje.Keempat, maka Tuhan menghinanya kerana tidak mahu berusaha untuk
mengembalikanbarang kepunyaan pemilik kerana hatinya tidak ada perasaan takut
kepada pemilik baranganitu. Bila sudah ada sifat tidak takut pada pemilik
walaupun berdepan dengan pemilik, itumenunjukkan bahwa hakikatnya si pak
sanggup tidak takutkan Tuhannya, itupun kalau dia adaTuhan”.“Habib Abdullah
juga menyebut tentang perjalanan murid menuju kepada Tuhan
tidak berkemungkinan sampai kepada Tuhan selagi ada menanggung hak orang
lain. Terpulanglahkepada Tuhan untuk menghakimi hambanya samada dibenarkannya
untuk meneruskan perjalan hambanya atau tidak. Ini tergantung pada sihamba
samada ketidak sanggupan yangsebenar yang di alami dirinya, keikhlasan hati,
bertaubat sebenarnya, mempunyai perasaanmalu dan takut pada pemilik barang,
berjanji dengan Tuhan tidak akan mengulangi sikapnyauntuk menjadi pak sanggup
pada masa akan datang dan menjaga hatinya supaya dibersihkansemula”.
Syarat taubat yang sah ialah menyesali diri atas
segala dosa yang lalu dengan sebenar benarpenyesalan serta berazam kuat tidak
akan buat lagi dosa selama masih hidup termasuk janganberdetik (cita cita) untuk
melakukan dosa kerana perbuatan itu akan merosakkan taubatnyayang sebenar dan
tidak diterima oleh Allah Taala.
Keterangan:“Kita harus memahami apa itu Taubat dan apa
kesan sampingannya. Bagaimana cara untuk bertaubat yang berkesan pada
hati?Apabila taubat itu berkesan maka akan datang pertolongan dari Tuhan
untuk membantu dan mengingatkan kita dari melakukan perbuatanmungkar pada masa
yang mendatang.Taubat yang sebenarnya adalah suatu perbuatan yang datang dari
hati untuk mengucapkanPENGAKUAN pada Tuhan beserta dengan PENYESALAN atas
perbuatan perbuatan yanglalu. Apa itu PENGAKUAN, iaitu bersumpah kepada Allah
Taala. PENYESALAN adalahPERASAAN KEINSAFAN yang datang dari lubuk hati seorang
hamba beserta RASA IKHLAS.
Bagaimana RASA IKHLAS datang? MENYEDARI dirinya tidak
ada kuasa dan kemampuanuntuk membuat sesuatu walau sebesar zarrah sekalipun.
MENYEDARI dirinya dimiliki Tuhan yang menjadikannya. MENYEDARI dirinya
dihidupkan dan akan dimatikan oleh Tuhannya. MENYEDARI perbuatan dirinya
akan dihadapkan pada Tuhan untuk ditimbangkan segalaamalan-amalannya kelak.
Dari mana datangnya MENYEDARI? Itu adalah perbuatan AllahTaala pada hambanya
yang hendak diselamatkan dari Api Neraka”.“Sekiranya kita faham akan keterangan
diatas itu ada mengandungi beberapa perkara yangmudah dan juga berat supaya
jangan mempermainkan seperti berikut:1. PENGAKUAN adalah BERSUMPAH PADA ALLAH
TAALA.2. PENYESALAN adalah PERASAAN KEINSAFAN.3. RASA IKHLAS adalah
MENYEDARI. Bila ketiga perkara ini dapat difahami dan dilakukan barulah Taubat
itu Insyallah berkesan pada diri kita”.
Setiap murid harus mengakui dirinya bersifat cuai dan
lalai dalam menunaikan hak hak Tuhanyang wajib atas dirinya. Apabila rasa
kesalan atas kecuaian dan kelalaian, maka hati akanberpatah hati dan menyesal
mengenangkan diri yang malang. Maka ketahuilah ketika itu Allahakan bersama
sesuai dengan firmanNya dalam sebuah Hadis Qudsi;
“Aku sentiasa berada bersama sama orang yang berpatah
hatinya kerana AKU”
Keterangan:
“
Sila rujuk keterangan diatas; untuk mengakui akan
sifat yang sering cuai, lalai dan malasatas perintah Tuhan yang diwajibkan pada
diri, hendaklah dilakukan dengan adab danmelaksanankan panduan tersebut
sebaik-baiknya. Dengan berwudhu dan selesai shalat berdoalah kepada Tuhan
dan mengakulah didepan pintuNya dan mohonlah bantuan dariNya”.
Memelihara Diri Dari Dosa
Setiap murid harus menjauhkan diri dari melakukan dosa
dosa kecil apatah lagi dosa besarseperti menjauhi dari mengambil minuman yang
beracun. Hendaklah takut untuk melakukandosa lebih pada takut dan gentar jika
terminum dan termakan racun yang mematikan. Sebabdosa dan maksiat akan
mematikan hati seperti racun membinasakan badan.
Keterangan:“Mengapakah kita boleh dan sanggup
melakukan dosa kecil atau dosa besar? Tetapi akanTAKUT bila seseorang
memberitahu bahwa makanan ataupun minuman mengandungi racundan serta merta maka
akan menjauhi dari mengambil makanan ataupun minuman itu. Mengapa perkara
ini tidak berlaku pada diri kita semasa melakukan dosa kecil ataupun dosabesar?
Adakah kerana tidak ada khabar akan perbuatan dosa kecil dan besar
akanmembinasakan badan dan mendapat siksaan dari Allah Taala? Alasan apa yang
hendak diberikan sedangkan, keterangan dari AlQuran sudah dijelaskan. Nabi
dan RasulNya sudahmengingatkan. Para Ulama sudah maklumkan dan Para Guru sudah
mengkhabarkannya.Yang menjadi masalah pada diri adalah kerana tidak mempunyai
perasaan TAKUT PADA ALLAH. Kenapa tidak ada PERASAAN TAKUT PADA ALLAH
seperti MENJAUHI
4 perkara tersebut seperti berikut yang harus
dipatuhi;1. Jangan sekali-kali meninggalkan segala yang difardhukan keatas diri
kamu, jangan sekali-kali mengabaikan apa yang difardhukan atas kamu, jangan
melalaikan apa apa yangdifardhukan kepada kamu. Ini membawa kepada tanda
sebagai hambaNya yang taat.2. Jangan meninggalkan, mengabaikan, melalaikan
perkara dan perbuatan-perbuatan sunnah. Ini membawa kepada tanda kasih dan
sayang kepada NabiNya saw.3. Jangan melakukan perbuatan yang haram. Tempat
jatuhnya perbuatan haram adalahseperti berikut; fikiran, telinga, mata, hidung,
mulut, tangan, kaki, dan kemaluan.a)
Jangan berfikiran kotor dan buruk, dengan
membayang dan menghayal membuat perkara yang haram.b)
Jangan mendengar perkara-perkara yang buruk dan
haram, seperti mendengar ceritamaruah orang lain, mendengar cerita bohong,
mendengar cerita fitnah, mendengar cerita tidak mendatangkan kebaikan yang
boleh membawa kepada manfaat.c)
Jangan memandang perkara dan perbuatan yang
haram, samada didepan mata, dikacatv, computer, dvd dan sebagainya. Peliharalah
mata kamu dengan memandang AlQuran, Buku-buku Agama, Catitan pelajaran.
Jangan sekali-kali mengalihkan pandangan ketempat lain.d)
Jagalah hidung dari ingin mengambil tahu perihal
orang lain.e)
Jagalah mulut daripada mengeluarkan perkataan
yang buruk, yang keji, seperti,mencerita hal orang lain, mencerita maruah orang
lain, suka berbohong, sukaberdalih, suka mengumpat, suka maki hamun, suka
menjawab yang tidak boleh henti-henti, tidak mengambil berat halal atau haram
yang dimasukkan kedalam mulut.Peliharalah mulut dengan mengingati kepada Allah
seperti yang telah dijelaskan padabab-bab yang lalu. f)
Jagalah tangan daripada mengambil haq orang lain
tanpa memohon izin walaupunhanya mengambil sebatang jarum atau mengalirkan
sehelai rambut. Gunakan tanganuntuk membuat kebajikan, seperti mengambil
AlQuran, mengambil buku agama,mengambil buku catitan pelajaran, mengambil
tasbih dll. Semua perbuatan inimembawa kepada manfaat kepada manfaat.g)
Tahanlah kaki kamu daripada mengunjungi tempat yang
keji, yang hina dan tempat yang akan melalaikan akan tanggung jawab
terhadap Allah Taala. Latih diri denganmengerakkan kaki kemajlis yang diredhai,
seperti kelas agama, menziarahi alim-ulama, menziarahi kubur, melangkahkan kaki
ke masjid dan dll.h)
Jagalah kemaluan dari bangun bukan pada yang
halal, jauhkan fikiran dan matadaripada benda yang haram kerana boleh
membangunkan kemaluan yang sedangtidur.Kesemua perkara tersebut tidak layak
dilakukan oleh seorang murid yang ingin menuju ke jalan Allah. Jangan
jadikan perjalanan dihentikan oleh perkara-perkara yang disebutkandiatas itu.
Sekiranya si murid itu mengetahui, bahwasanya hatinya
tidak boleh lurus dalam agamanyatidak akan terselamat dari bencana-bencana yang
mengancam itu, melainkan denganmenghindarkan dirinya dari segala harta dan
kekayaan, dan dari sebab-sebab yang menariknyakepada yang demikian, maka wajib
atas dirinya menghindarkan segala harta dan kekayaannyaitu. Sekiranya ia
seorang yang mempunyai anak-isteri, yang wajib diberi nafkah dan pakaian,
Petunjuk Jalan Thariqat
56maka wajiblah atasnya menyediakan semua itu dan
wajiblah ia berusaha mencari wang untuk menutup nafkah dan pakaian
anak-isterinya itu.
Keterangan:“Sekiranya kamu dapati bahwa hati kamu
tidak boleh lurus dalam agama, tidak bolehterselamat dari bencana-bencana yang
sungguh mengancamkan itu, maka hendaklahmenjauhkan diri dari segala harta dan
kekayaan dan apa-apa yang boleh menarik kepadanya.Wajiblah atas diri menjauhkan
segala harta dan kekayaan itu. Kerana itulah yang terbaik buat kamu.Sekiranya
kamu sudah mempunyai keluarga sendiri, mempunyai isteri dan anak-anak.
Wajibkeatas diri memberi nafkah dari segi pakaian, makanan, tempat tinggal,
perlindungan buat mereka. Wajiblah berusaha dan berikhtiar mencari wang
ringgit untuk memberi nafkah, pakaian anak-isteri, tempat tinggal dan
lain-lain keperluan yang tidak membawa kepadakeburukan. Jangan sekali-kali
meletakkan alasan. Kerana alasan bukan jalan kepadatawakkal”.
Tetapi kalau sesudah ia berusaha, ia tidak berjaya
juga, sehingga ke peringkat syara’menguzurkannya, barulah boleh ia bebas dan
terselamat dari dosa.
Keterangan:“Sekiranya sudah berusaha dan berikhtiar
dan tidak berjaya juga, sehingga dibenarkan padahukum syara’ menguzurkannya,
barulah kamu bebas dan terselamat dari perbuatan dosa”.
Jangan Panjang Harapan
Ketahuilah wahai murid yang budiman, bahwasanya kamu
tidak berkuasa untuk melazimkandiri dalam ketaatan, dan menjauhkan diri dari
tuntutan syahwat serta membelakangi dunia dankeindahannya, melainkan jika kamu
mengingatkan diri kamu, bahwa hidup kamu di dunia inihanya tinggal beberapa
hari saja lagi, dan bahwasanya kamu tidak berapa lama lagi akan mati.Ketika itu
kamu akan melihat ajal kamu di hadapan mata kamu, dan kamu akan bersedia
untuk menemui maut, dan kamu menjangka tibanya pada bila-bila masa saja.
Keterangan:“Daftarkanlah didalam benak, bahwa kamu
tidak ada kuasa sedikit pun untuk membiasakandiri dalam membuat ketaatan, tidak
ada kuasa sedikit pun, tidak dapat menjauhkan diri darimengikuti keinginan
nafsu syahwat, tidak ada kuasa untuk menolak dunia dan memalingkansegala
kenikmatan dan keindahannya. Kerana apa? Kamu hanyalah patung (boneka).
Sebuah patung (boneka) tidak dapat melakukan sebesar zarrah pun, hanya
pasrah . . . Jangan sekali-kali berani mengaku kamu ada kuasa untuk mengangkat
sesuatu ataumembiasakan diri membuat ketaatan. Hanya satu jalan sahaja
yang dapat menyelamatkan diri iaitu dengan mengingatkan diribahwa hidup didunia
ini hanya tinggal beberapa hari saja. Boleh tak kamu buat begitu? Tentuboleh!
Kalau mahu . . . Kuncinya adalah tepat memilih perbuatan yang hendak
dilakukanmengikuti AlQuran dan Sunnah Rasul.Katakan selalu pada diri bahwa kamu
sudah tua, walaupun masih muda, katakan selalu, ‘akudah tua, aku tidak perlu
apa apa lagi’. Buatlah cara ini selalu, insyallah akan berkesan.
Kerana pengakuan ini akan menghilangkan segala
keinginan dunia dan mengharap kembalikepada Allah Taala. Bila pengakuan
ini dilafazkan dengan benar dan ikhlas kerana Allah Taala, maka kamu akandapat
melihat ajal (roh) dihadapan kamu, dan sudah bersedia untuk menemui maut
keranasegala keinginan sudah tidak ada, yang ada tinggal hanya kembali
kepadaNya. Kamu akansiap sedia menunggu dan menjangka akan kedatangannya pada
bila-bila masa”.
Awas, supaya kamu tidak di tipu oleh panjang harapan
untuk hidup lebih lama di dunia, kelak kamu akan ditariknya untuk
mencintai dunia, dan kamu akan menjadi susah hati dengannya,sehingga sukar
untuk melazimkan diri dalam ketaatan, dan merelakannya kepada membuatibadah
serta mengasingkan diri untuk menuju ke jalan akhirat. Kalau begitu dalam
mengira-gira bahwa maut akan hampir tiba, dan masanya sudah dekat adalah lebih
baik, bukan?! Olehkerana itu patutlah kamu menurutkan anjuran ini, moga-moga
Allah memberi kita sekeliantaufiqNya, Amin.
Keterangan:“Jangan kamu sekali-kali ditipu oleh
panjang harapan untuk hidup lama didunia danmenikmati segala keindahannya yang
tidak kekal. Selagi perkataan ‘MATI’ tidak ada dalambenak fikiran, maka selagi
itulah kamu akan tetap mencari kenikmatan dan keindahan duniahingga membuat kamu
lupa bahwa maut pasti akan datang. Bila datangnya maut, ohh . . .lambat lagi .
. . Itu yang ada dalam fikiran . . .Selagi maut tidak melingkar difikiran,
kelak kamu akan ditariknya untuk mencintai dunia danakan merasa susah hati bila
segala hajat tidak tercapai. Oleh kerana segala hajat belumtercapai kamu
sanggup meninggalkan apa yang telah terbiasa didalam ketaatan, sanggupmerelakan
diri meninggalkan ibadah serta kebiasaan dalam mengasingkan diri untuk menujuke
jalan akhirat. Perbuatan ini akan berlaku pada semua kerana kerelaan diri belum
tercapaiapa yang dihajati.Untuk menghindarinya diri kamu dari ditarik kepada
keinginan nafsu syahwat hendaklahmenyakinkan diri bahwa maut akan tiba dan
masanya sudah dekat. Bukankah itu yangterbaik? Mudah-mudahan kamu dapat
mengikut anjuran ini dan Allah akan memberi sekeliantaufiqNya. Amin, Ya Rabbal
Alamin”.
Bersabar Terhadap Penganiayaan Orang
Ada setengah manusia memang tabiatnya suka menganiaya
para murid dengan memandangrendah terhadapnya, atau mencelanya, atau sebagainya.
Jika kamu tergolong murid-murid yangditimpa penganiayaan serupa itu, maka
hendaklah kamu bersabar dan jangan sekali-kali kamucuba membalas. Disamping itu
hati kamu harus bersih dari dengki dan dendam, ataumenyimpan perasaan jahat
terhadap orang itu. Awas, jangan juga mendoakan yang tak baik terhadap
orang itu. Jika orang itu ditimpa sesuatu musibah, atau terkena celaka, maka
jangankamu mendakwa yang demikian itu adalah balasan Allah kerana
penganiayaannya terhadapdirimu.
Keterangan:
sebenarnya sombong dan tamak? Siapa sebenarnya yang
tidak faham?Memang benar, perkara ini buka mudah, hanya orang yang beriman
dan bersandar dan memohonkekuatan dari Tuhannya dapat mengatasi perkara
sebegini. Hendaknya kamu sentiasadidalam nasihat menasihati antara satu dan
lain, bukan disuruh bukak bab! Mengingatkan antara satu dan lain akan
mengutamakan haq Allah dan mengutamakanurusan agama. Dengan cara begitu, kamu
sebenarnya menasihati diri sendiri juga.49.
Tidak Menganiaya Orang
: Caranya: Dalam apa keadaan sekalipun jangan
kamusekali-kali ada keinginan untuk menganiaya orang lain yang menganiayai diri
kamu. Lihat no. 41. Secara hikmah, terjadinya penganiayaan atas diri kamu
semestinya adasebab tertentu dimana tidak dapat melihatnya. Anggap ini sebagai
peringatan dari Allah Taala. Kerana setiap penganiayaan tidak akan
berkesan tanpa keizinan dari Allah Taala.50.
Menghampakan Orang Yang Menghampakannya:
Caranya: Kerana mulut badanbinasa. Kerana janji dibawa
mati. Dengan itu jagalah mulut daripada mudah berjanji.Kerana kamu akan
dipersoalkan di hadapan Allah Taala! Lihatlah kepada siapa yangkamu janji!
Kerana setiap janji yang tidak dilaksanakan akan membawa dihadapan pintu
neraka. Sekiranya pihak yang dijanjikan itu merasa hampa, maka di
bukanya pintu neraka itu dan dicampakkan kamu ke dalamnya! Sebaliknya
sekiranya dirimu yang hampa kepada seseorang hendaknya kamu jangan
menghampakannya denganmenahan apa yang patut dikongsikan bersama.51.
Cahaya KeBenaran Terlihat Pada Zahirnya:
Caranya: Untuk mendapatkan cahayakebenaran sebegini
bukannya boleh dibeli dengan wang ringgit. Cahaya kebenaransebenarnya datang
jauh dari dalam hati yang bersih dari segala sifat keji dan hina. Dan
paling utama adalah mempunyai keikhlasan hati dalam melakukan
segala perbuatan dan ditujukan pada Allah Taala. Apa yang ada didalam
hatinya, baik percakapan dan perbuatan akan terlihat pada luaran
dirinya. Sekiranya Gelap makagelap jugalah terlihat diluarannya. Begitu juga
dengan terlihatnya cahaya kebenaranataupun kegelapan dapat ditafsirkan
(tentera) apa yang tersembunyi didalam hatinya. Dengan itu, jangan cari,
pasti kamu tidak akan dapat, tapi buatlah amal ibadahmusaja, hanya pada Allah
Taala.52.
Mencari Keredhaan Tuhan:
Caranya: Jadikan keazaman dan tujuan hidupmu
semata-mata untuk mendapatkan keredhaan Allah Taala. Lihat no. 31.53.
Rasulullah saw seBagai Orang Ikutnya:
Caranya: Selagi Nabimu ada didalam hatimumaka akan
mudah untuk mengerjakan atau menjauhi sesuatu. Sebab, dialah gurusejatimu. Yang
‘problem’nya nabimu tidak berada didalam hatimu, hanya dilidah aje! Ni,
yang ‘problem besar’! Sekiranya Nabi saw tidak diambil sebagai orang
ikutannya,macam mana hendak menurut jejak-langkahnya. Kerana sebenarnya dia
tidak mencintai nabinya! Kalau dia mencintai nabinya, pasti dia akan mengikuti
jejak-langkah nabinya, bukan? Bila Nabimu berada didalam hati mu maka pertama
sekaliadalah kamu akan mencari (belajar) tentang Nabimu dan sifatnya.
Kemudian,mencontohi akhlaknya, perbuatannya dan percakapannya. Kerana kamu
mengetahuibahwa; sesiapa yang taat pada Nabi saw bererti taat pada Allah.54.
Tunduk, Dan Patuh (Taat) pada Tuhan:
Caranya: Di sini tidak perlu penjelasan lagi.Sesiapa
yang sudah mengenal Tuhannya zahir dan batin, sudah tentu akan sentiasa
Petunjuk
Jalan Thariqat
106
tunduk dan
patuh kepada Tuhannya. Tidak akan mengemukakan alasan. YangberTuhan cuma
dilidah aje akan tunduk dan patuh dengan cara main-main!”.
Kamu akan
mendapati mereka sebagai contoh yang tertinggi dalam menuruti perjalanan
Nabimereka, sentiasa patuh kepada perintah Tuhan, berlumba-lumba untuk mencapai
janji-janjiTuhan yang muluk (tinggi), lari dari ancaman-ancaman Tuhan yang
pedih, sebagaimana yangtersebut di dalam firman-firman yang kami sebutkan
sebelum ini, mahupun yang tidak kamisebutkan, asalkan yang menunjukkan maksud
gembira dan bahagia dengan kemuncak kejayaandan kemenangan bagi orang-orang
yang menurut jejak-langkah Rasulullah saw, sertamenunjukkan maksud hina dan
duka-nestapa dengan kemuncak kecelaan dan kehinaan bagiorang-orang yang
melanggar pengajarannya.
“Ya Allah! Ya Tuhanku! Kami mengaku bahwasanya
Engkaulah Tuhan Allah, tiada Tuhan lain melainkan Engkau, Maha
Mengasihani, Pemberi berbagai nikmat, Pencipta langit dan bumi dengan
penuh keindahan, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Kami mohon kepadaMu
supaya dianugerahkan kami menjadi pengikut-pengikut yang terbaik kepada
hambaMu dan RasulMu, Junjungan kita Nabi Muhammad saw baik dalam akhlaknya
mahupun perbuatanya, zahir dan batin, biarlah kami hidup dan mati atas
pegangan ini, wahai Tuhan, kurniakanlah permohonon kami ini dengan Rahmat
dan kelebihanMu, wahai Tuhan Yang Maha Rahmat”
Petunjuk
Jalan Thariqat
107
“Ya Allah!
Ya Tuhanku! Engkaulah Tuhan kami. BagiMu segala kepujian, kepujian yang
banyak, yang baik lagi penuh keberkatan, kepujian yang sesuai dengan
keMaha-Agungan ZatMu, dan keMaha-Besaran kerajaanMu. Maha Suci Engkau,
wahai Tuhan, tiada ilmu bagiku melainkan apa yang Engkau ajarkan.
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. Tiada Tuhan melainkan
Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku (kami) tergolong orang-orang
yang menganiaya diri sendiri”
Kini selesailah sudah pelajaran dan penerangan
“Risalatul Murid – Pertunjuk Jalan Thariqat”,kami mohon kepada Allah swt supaya
setiap murid diperteguhkan pendiriannya, diberikanbantuan, perlindungan dan
pertolongan dalam perjalanannya serta diperbetulkan dengankemahuannya untuk
menuju ke jalan Allah Taala.Selesai sudah penerangan dengan memanjatkan
setinggi kepujian kepada Allah Taala padamalam 4 Rajab 1430 dari hijrahnya Nabi
Muhammad shallallahu alaihi wasalam, dengandiiringi selawat dan salam kepada
junjungan kita, dan disertai kepujian bagi Allah, Tuhan serusekalian alam.Amin.
#MAJDI AT-TAMPIHI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar