follow

Minggu, 17 Januari 2016

TERJEMAH KITAB ADABUSSULUKIL MURID (“Risalutul-Murid” Petunjuk Jalan Thariqat)

TERJEMAH KITAB ADABUSSULUKIL MURID (“Risalutul-Murid” Petunjuk Jalan Thariqat)


Kata Pengantar:
Segala puji bagi Allah, tiada illah yang berhak disembah dengan sebenar melainkan Dia. Shalawat dan Salam semoga tercurah atas Penutup para Rasul dan Nabi, Muhammad saw, atas keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian kelak. Amma ba’du, Alhamdulillah, dengan rahmat pertolongan Allah dapat diakhiri penafsiran kitab“Risalatul Murid” karangan Al-Quthb Aqthob Wal Ghouts Al-Habib Abdullah bin Alwi AlHaddad ra yang telah diterjemahkan bahasa oleh Syed Ahmad Semait. Kami mengucapkansyukur kepada Allah Taala yang telah memberi taufiq pada Syed Ahmad Semait didalam jasanya meluangkan masa sehingga selesailah terjemahan bahasa oleh beliau atas pertolongan dan keizinan dari Allah jua. Semoga Allah Taala merahmati beliau atas jasa danniat baik beliau dan mengumpulkan beliau didalam kumpulan orang-orang yang ‘bahagia’. Dengan ini kami ingin mengambil kesempatan untuk mengenalkan sedikit tokoh yang agungbagi mereka yang belum mengenali beliau, walaupun kami yakin bahwa seluruh makhluk dibumi ini sudahpun mengenali latar belakang seorang manusia yang mencintai Allah dan RasulNya dan Allah serta RasulNya mencintai beliau ra.
Tentang Al-Habib Abdullah Al-Haddad; Al-Arifbillah Quthbil Anfas Al-Imam Habib Umar bin Abdurrohman Al-Athos ra mengatakan;“Al-Habib Abdullah Al-Haddad ibarat pakaian yang dilipat dan baru dibuka di zaman ini,sebab beliau termasuk orang terdahulu, hanya saja ditunda kehidupan beliau demikebahagiaan umat di zaman ini (abad 12 H)”. Al-Imam Arifbillah Al-Habib Ali bin Abdullah Al-Idrus ra mengatakan; “Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad adalah Sultan seluruh golongan Ba Alawy”. Al-Imam Arifbillah Muhammad bin Abdurrahman Madehej ra mengatakan; “Mutiara ucapan Al-Habib Abdullah Al-Haddad merupakan obat bagi mereka yang mempunyai hati cemerlangsebab mutiara beliau segar dan baru, langsung dari Allah swt. Di zaman sekarang ini jangantertipu dengan siapapun, walaupun sudah melihat dia sudah memperlihatkan banyak melakukan amal ibadah dan menampakkan karamah, sesungguhnya orang zaman sekarangtidak mampu berbuat apa-apa jika mereka tidak berhubungan dengan Al-Habib Abdullah Al- Haddad kerana Allah swt telah menghibahkan kepada beliau banyak hal yang tidak mungkindapat diukur.” Al-Imam Abdullah bin Ahmad Bafaqih ra mengatakan; “Sejak kecil Al-Habib Abdullah Al- Haddad bila matahari mulai menyising, mencari beberapa masjid yang ada di kota Tarimuntuk sholat sunnah 100 hingga 200 raka'at kemudian berdoa dan sering membaca Yasinsambil menangis. Al-Habib Abdullah Al-Haddad telah mendapat anugrah (fath) dari Allahsejak masa kecilnya”.Sayyid Syaikh Al-Imam Khoir Al-Diin Al-Dzarkali ra menyebut Al-Habib Abdullah Al-Haddad sebagai fadhillun min ahli Tarim (orang utama dari Kota Tarim)



Al-Habib Muhammad bin Zein bin Smith ra berkata; “Masa kecil Al-Habib Abdullah Al- Haddad adalah masa kecil yang unik. Uniknya semasa kecil beliau sudah mampumembahaskan masalah-masalah sufistik yang sulit seperti mengaji dan mengkaji pemikiranSyaikh Ibnu Al-Faridh, Ibnu Aroby, Ibnu Athoilah dan kitab-kitab Al-Ghodzali. Beliau tumbuhdari fitrah yang asli dan sempurna dalam kemanusiaannya, wataknya dan kepribadiannya”. Al-Habib Hasan bin Alwy bin Awudh Bahsin ra mengatakan; “Bahwa Allah telahmengumpulkan pada diri Al-Habib Al-Haddad syarat-syarat Al-Quthbaniyyah”. Al-Habib Abu Bakar bin Said Al-Jufri ra berkata tentang majelis Al-Habib Abdullah Al- Haddad sebagai majelis ilmu tanpa belajar (ilmun billa ta’alum) dan merupakan kebaikansecara menyeluruh. Dalam kesempatan yang lain beliau mengatakan, “Aku telah berkumpuldengan lebih dari 40 Waliyullah, tetapi aku tidak pernah menyaksikan yang seperti Al-Habib Abdullah Al-Haddad dan tidak ada pula yang mengunggulinya, beliau adalah Nafs Rahmani,bahwa Al-Habib Abdullah Al-Haddad adalah asal dan tiada segala sesuatu kecuali daridirinya”.Seorang guru Masjidil Haram dan Nabawi, Syaikh Syihab Ahmad al-Tanbakati ra berkata;“Aku dulu sangat ber-ta’alluq (bergantung) kepada Sayyidi Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.Kadang-kadang dia nampak di hadapan mataku. Akan tetapi setelah aku ber-intima’(condong) kepada Al-Habib Abdullah Al-Haddad, maka aku tidak lagi melihatnya. Kejadianini aku sampaikan kepada Al-Habib Abdullah Al-Haddad. Beliau berkata; ‘Syaikh AbdulQadir Al-Jailani di sisi kami bagaikan ayah. Bila yang satu ghaib (tidak terlihat), maka akandiganti dengan yang lainnya. Allah lebih mengetahui.’ Maka semenjak itu aku ber-ta’alluqkepadanya”. Al-Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi ra; seorang murid Al-Habib Abdullah Al-Haddad yangmendapat mandat besar dari beliau, menyatakan kekagumannya terhadap gurunya denganmengatakan, ”Seandainya aku dan tuanku Al-Habib Abdullah Al-Haddad ziarah ke makam,kemudian beliau mengatakan kepada orang-orang yang mati untuk bangkit dari kuburnya, pasti mereka akan bangkit sebagai orang-orang hidup dengan izin Allah. Kerana akumenyaksikan sendiri bagaimana dia setiap hari telah mampu menghidupkan orang-orang yangbodoh dan lupa dengan cahaya ilmu dan nasihat. Beliau adalah lautan ilmu pengetahuan yangtiada bertepi, yang sampai pada tingkatan Mujtahid dalam ilmu-ilmu Islam, Iman dan Ihsan. Beliau adalah mujaddid pada ilmu-ilmu tersebut bagi penghuni zaman ini”.Syaikh Abdurrahman Al-Baiti ra pernah berziarah bersama Al-Habib Abdullah Al-Haddad kemakam Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam Muhammad bin Ali Ba’Alawy, dalam hatinyaterbetik sebuah pertanyaan ketika sedang berziaroh, “Bila dalam sebuah majelis zikir parasufi hadir Al-Faqih Al-Muqaddam, Syaikh Abdurrahman Asseqaff, Syaikh Umar al-Mukhdar,Syaikh Abdullah Al-Idrus, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan yang semisal setara denganmereka, mana diantara mereka yang akan berada di baris depan? Pada waktu itu guruku, Al- Habib Abdullah Al-Haddad, menyingkap apa yang ada dibenakku, kemudian dia mengatakan,‘Saya adalah jalan keluar bagi mereka, dan tiada seseorang yang boleh masuk kepada merekakecuali melaluiku.’ Setelah itu aku memahami bahwa beliau Al-Habib Abdullah Al-Haddad,adalah dari abad 2 H, yang diakhirkan kemunculannya oleh Allah swt pada abad ini sebagairahmat bagi penghuninya”. Al-Habib Ahmad bin Umar bin Semith ra. Mengatakan; “Bahwa Allah memudahkan bagi pembaca karya-karya Al-Habib Abdullah Al-Haddad untuk mendapat pemahaman (futuh), dan berkah membaca karyanya Allah memudahkan segala urusannya agama, dunia dan akhirat,serta akan diberi ‘Afiat (kesejahteraan) yang sempurna dan besar kepadanya”. Al-Habib Thohir bin Umar Al-Hadad ra. Mengatakan; “Semoga Allah mencurahkankebahagiaan dan kelapangan, serta rezeki yang halal, banyak dan memudahkannya, bagimereka yang hendak membaca karya-karya Al-Quthb Aqthob wal Ghouts Al-Habib Abdullahbin Alwy Al-Haddad ra”. Al-Habib Umar bin Zain bin Semith ra mengatakan bahwa seseorang yang hidup sezamandengan Al-Habib Abdullah Al-Haddad ra; bermukim di Mekkah, sehari setelah Al-Habib Abdullah Al-Haddad wafat, ia memberitahukan kepada sejumlah orang bahwa semalam beliaura sudah wafat. Ketika ditanya darimana ia mengetahuinya, ia menjawab, “Tiap hari, siangdan malam, saya melihat beliau selalu datang berthawaf mengelilingi Ka’bah (padahal beliauberada di Tarim, Hadhramaut). Hari ini saya tidak melihatnya lagi, kerana itulah sayamengetahui bahwa beliau sudah wafat”. Alhamdullillah, semoga karangan beliau ini dapat dijadikan pedoman bagi sesiapa yangbenar-benar mempunyai keinginan yang hakiki untuk menempuh jalan para salaf yangterdahulu dan semoga Allah Taala melimpahkan futuh (kepahaman) dan juga dapat mengamalkan segala garis pandu dari beliau atas pertolongan dan keizinan dari Allah TaalaYang Maha Pengampun Lagi Maha Permudahkan. Kami yakin, bahwa Allah Taala tidak akanmenghampakan hamba-hambaNya yang benar-benar ingin berhijrah pada Allah dan RasulNya dan sesungguhnya Allah Taala tidak pernah menghampakan hamba-hambaNya!Semoga Allah Taala memberikan nihayahNya pada para pembaca khususnya bagi para salik untuk mencapai niat hati.Semoga Allah Taala dengan keredhaanNya dapat mengumpulkan kita semua didalamgolongan hamba-hambaNya yang ‘bahagia’ dan menerima keampunan kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin.Kami sedekahkan segala kebaikan-kebaikan pada Guru, Kedua IbuBapa, Keluarga dansekelian Kaum Muslimin dan kami redha menerima segala kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam penafsiran kitab ini. Yang sempurna itu dari Allah dan yang buruk itu dari diri kamisendiri.Kami mohon maaf diatas kekurangan-kekurangan dan kesalahan yang timbul disana-sini.Sebagai manusia kami tentunya tidak dapat terlepas dari kesalahan dan kekeliruan. Olehkerana itu kami mengharapkan teguran dan pembetulan para pembaca sekelian untuk lebihmenyempurnakan kitab Risalutul Murid ini. Kerana kitab-kitab dari para salaf seperti inimerupakan perbendaharaan yang sangat berharga bagi kaum muslimin, khususnya bagi anak cucu kita dan generasi dimasa mendatang. Mudah-mudahan amal ini menjadi amal sholeh bagi kita semua, pada hari yang tiada lagiberguna harta dan keturunan kecuali orang-orang yang datang menemui Allah dengan hati yang salim.Sesungguhnya Allah Taala Maha Berkuasa atas segala sesuatu.Faqir ila Rabbihi Al-Jalil



Muqadimmah:
 Keterangan:
“Alhamdulillah dengan Inayah dan TaufiqNya dimana peraturan dan garisan bagi murid  AlHaq yang di ambil dari terjemahan buku “Risalatul Murid – Jalan Petunjuk Thariqat” oleh Imam Habib Abdullah Bin Alwi AlHaddad bagi murid murid mempunyai keinginan yanghakiki untuk mencapai maksud “Hatinya” yang tidak bercampur baur oleh selaindaripadaNya.

 Risalah kecil ini termuat Ilmu Thariqat untuk salik yang menuntut IlmuThariqat sebagai pedoman di mana akan di sampaikan cara cara khususnya bagi murid murid yang hakiki
 sahaja
supaya tercapai maksud hati mereka dengan Inayah dan Taufiq dari Allah swt dan RasulNya saw”.
Siapakah Ahli Ahli Thariqat?
“Sesiapa saja yang ingin memilih kebersihan dari yang kotor, ingin menyeduk yang jernih dari yang keladak dalam mengarahkan diri menuju ke jalan akhriat, jalan yang penuh denganranjau dan duri, jalan tempat semua manusia diduga dan diuji, siapa diantara mereka yangdapat melaksanakan peraturan dan mengerjakan amalan yang sholeh, sehingga Malaikat  Maut datang menjemputnya dengan lemah lembut diiringi dengan niat yang baik dari merekaitu ‘untuk membawa mereka keHadirat Allah saw’, dimana dalam meninggalkan dunia ini yang fana dan memperolehi ‘Husnul – Khatimah’, iaitu suatu keuntungan yang amat besar. Insyallah.Sesiapa yang tidak ada keinginan untuk memilih kebersihan dari yang kotor maka
 jangan
 membaca risalah kecil ini kerana akan membuang masa mereka saja. Tetapi bagi mereka yangingin mengetahui lebih lanjut dimana Hatinya berdetik untuk meneruskan pembacaannya akanisi kandungan, peraturan dan garisan garisan yang termuat didalamnya. Mudah mudahanmereka dapat Inayah daripada Allah swt dan RasulNya. Amin. Harus dipahami bahwa ketentuan dari Allah swt pasti berlaku atas sesiapa yang menceburkandiri di dalam Ilmu Thariqat. Khabar ini bukan untuk menakutkan mereka yang pertama kalimenceburkan diri di dalam mengikuti peraturan dan garisan, penuh dengan ujian dan cubaankerana Allah swt melihat akan kedalaman Hati (niat sebenar) seseorang samada Cinta, Kasih,Sayang dan menyerahkan Jiwa Raganya kepada yang Memiliki, Menghidupkan dan Mematikan dirinya bukan selain daripadaNya”.
Seterusnya perhatikan di sini akan pengertian Murid dan Syeikh
“Murid bukanlah pelajar di bangku sekolah bahkan maksudnya ialah seseorang yang mencari pemimpin ke jalan Allah menerusi seorang Syeikh. Sedangkan Syeikh pula ialah Gurunya atauPemimpinnya dimana diambil pelajaran, samada dengan cara biasa: iaitu belajar, ataupundengan cara luar biasa iaitu: menerusi pandangan seorang guru yang ada kalanya denganberhadapan muka dan ada kalanya menerusi pandangan Hati.
Ilmu ini ialah Ilmu yang khusus yang diberikan oleh Allah swt kepada para kekasih dan para pencari dan bukan ilmu yang boleh dibelajar menerusi seorang guru ataupun dapat diterangkan selok-beloknya didalam sebuah buku, sebagaimana umumnya berlaku kepadailmu zahir. Orang yang mengetahuinya hanya mereka yang telah mengalaminya saja, seperti
Auliya Allah, para Shiddiqin dan Sholihin; iaitu orang orang yang telah dikurniakan Allahkepada mereka Ilmu Kebatinan.Semuga Allah swt mengurniakan kita semua TaufiqNya supaya dapat mencontohi perjalanan para Salaf Sholeh dan para Ulama Sholihin, supaya kita semua dilindungiNya dari segala citacita yang tidak baik, dipeliharaNya dari segala bahaya dan malapetaka, sehingga terselamat di dunia dan di akhriat, sesungguhnya Dia Pemberi Taufiq dan Hadiyah. Amin, Khair  Insyallah”.
Pendahuluan:
Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang.Tiada Daya dan Tiada Usaha melainkan dengan Izin Allah Maha Tinggi dan Maha Agung.Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang dengan kehendakNya telah meletakkan “dorongankemauan” di dalam hati para murid murid sebagai pencarinya. Insyallah dengan “dorongankemauan” itu akan membimbing murid menuju ke jalan kebahagian; iaitu
“Jalan Iman danIbadah”
dan menolak segala keinginan untuk meninggikan diri dan mencari pangkat.
Keterangan:“Yang di maksud “dorongan kemauan” dengan Qudrat dan Iradah Allah Taala yangterkandung di dalam IlmuNya menghulurkan tanganNya untuk menarik hambaNya diatas IradahNya. Kata “Dorongan” adalah seperti menghulurkan tangan (maha suci Allahdaripapada mempunyai sifat seperti makhlukNya) untuk memimbing HambaNya menujukepada Kehampiran denganNya iaitu Jalan Kebahagian. Kata “Kemauan” bermaksud dengan Iradah (kehendakNya) Allah Taala memilih Hamba pilihanNya untuk memimpin tangan HambaNya ke Jalan Kebahagian Dunia & Akhirat”. Masyallah, Subhanallah . . .Yang di maksudkan “Jalan Iman dan Ibadah” adalah pegangan keimanan yang sangat kuat seolah olah dirinya dapat melihat Allah swt sebagai Tuhan yang disembah dan melaksanakansegala Ibadah mengikut jejak langkah para Salaf dengan berpandukan AlQuran dan Sunnah Rasul saw.Perhatikan dengan teliti pemberian Allah Taala yang sungguh luarbiasa yang tidak dapat kita fikirkan dan rasakan, dimana Dia sendiri dengan sifat Kasih Sayang menjemput hambahambaNya yang sedar akan adanya ‘dorongan kemauan’ di dalam hati mereka. Sesiapa yangmenyedari ‘dorongan kemauan’ itu, sambutlah tanganNya dan terimalah panggilanNyadengan meletakkan dinding dinding besi yang kukuh dan kuat mengelilingi ‘dorongankemauan’ tersebut daripada di ganggu oleh sesiapapun juga. Jika orang yang asyik mencari dunia, apatah lagi mengejarnya dengan penuh tenaga dan perhatian akan tersungkur ke dalam api neraka serta di timpa kecelaan dan kehinaan dari penghuni bumi dan penghuni langit. Maka sewajarnya bagi orang yang waras akal fikiranmembelakangkan dan memelihara diri daripada terperangkap dalam tarikan dunia danisinya”.
Orang yang berkeinginan masuk surga tidak cukup hanya dengan “Angan Angan”, malahhendaklah disertakan dengan keimanan dan amal Sholeh kepadaNya. Kita tetap menjalankan segala perintahnya dan menjaga larangannya. Menjalankan wirid wirid harian dan lain lain”.Keterangan:“Jangan menunggu waktu sihat bermaksud; orang yang sihat tidak ada ujian dan cubaan dandengan mudah dapat hadir tanpa memberikan alasan, melaksanakan amal bakti tetapi orang yang penat selepas kerja, letih, yang sakit dan ada saja halangan-halangan supaya dia tidak dapat hadir, melaksanakan amal bakti itu adalah ujian dan cubaan berat baginya. Sekiranyadia dapat mengatasi masalah ini maka Allah Taala akan “SENYUM” keatas dirinya keranadia mempunyai Haqul Yakin bahwa kehadirannya akan membuat Allah Taala, senyum, Rasulullah saw, senyum, Para Malaikat yang ditugaskan menjaga majlis bakti, senyum, Para penduduk bumi, senyum, Para penduduk langit senyum. Masyallah, Subhanallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”.
Berkata Ibu Atha’ didalam kitabnya Al-Hikam: Melambat lambatkan suatu pekerjaan sehinggaada peluang menunjukkan kebodohan jiwanya.
Keterangan:“Maksud; Mencari alasan demi alasan supaya tidak perlu hadir untuk melaksanakan amalbakti dan menunda-nundakan peluang (untuk mencari alasan alasan) untuk diberimenunjukkan dia lebih senang mendengar nasihat syaitan daripada seruan Allah Taala dan RasulNya”.

Taubat

Langkah pertama yang harus dilalui oleh setiap murid dalam menuju kepada Allah Taala ialahdengan bertaubat kepada Allah Taala dengan sebenar benarnya taubat daripada segala dosa.

Jika ada sesuatu hak orang lain dalam simpannya yang telah dizaliminya pada masa lalu, makaharuslah dikembalikan pada pemilik hak jika barangnya masih ada. Jika barangnya sudah tidak ada haruslah diganti dengan lain ataupun dipohon dari pemiliknya untuk dihalalkan.Sebab orang (murid) yang masih bergantung
 zimmatnya
(menanggung hak orang) dengan hak orang lain tidak berkemungkinan dapat menuju ke jalan Allah Taala.
“Habib Abdullah AlHaddad menjelaskan bahwa bertaubat harus dilakukan pada semua murid murid yang ada keinginan untuk menuju kepada Allah swt dengan taubat yang benar,mengandungi maksud “dengan penuh keinsafan dan ikhlas atas taubatnya itu”.Keterangan:“Sekiranya ada didalam simpanannya atau sudah dihilangkan atau sudah dijualnya tanpa pengetahuan pemiliknya hendaklah di kembalikan sekiranya masih ada. Sekiranya sudah tidak ada harus diganti. Sekiranya tidak berkemampuan hendaklah memohon maaf pada pemiliknyasupaya menghalalkannya sekiranya pemilik itu setuju. Kalau tidak, maka mahu atau tidak harus digantikan, tidak ada jalan lain.Terjebaknya seseorang melakukan demikian adalah seperti berikut:1. Suka menjadi Pak Sanggup: Pada permulaannya ada niat yang bersih untuk menolong pada pemilik samada untuk di simpan atau untuk diperbaiki barang kepunyaan pemilik itu.

2. Niat bersih bertukar: Pada suatu masa datanglah niat si pak sanggup itu bertukar keranadesakkan kehidupan yang sempit sehingga sanggup menjual atau mengadai barang kepunyaan pemilik itu tanpa pengetahuan pemilik sebenar. Kerana didalam kiraannya, dia sanggupmengantikan atau menebus balik barangan itu semula pada masa tertentu.3. Hati yang kotor: Bila sudah tidak dapat mengembalikan barang kepunyaan pemilik, hatinyabertukar menjadi kotor hingga sanggup buat tak tahu yang dia ada menerima sesuatubarangan yang bukan kepunyaannya yang harus dikembalikan walaupun berdepan dengan pemilik yang sebenar tanpa segan silu dan perasaan takut.4. Tiada ketakutan dalam hatinya: Pertama, Allah Maha Mengetahui akan sikap si pak sanggup itu yang tidak akan dapat mengembalikan barangan kepunyaan pemilik sebenar tetapi Tuhan mengizinkan juga kerana ada kemungkinan datang pada pak sanggup itu sifat tahu memilih untuk menjadi seorang yang amanah didalam perjanjiannya. Kedua, oleh keranacetek ilmu pengetahuan agama maka si pak sanggup itu tidak dapat menilai mana yang baik,mana yang buruk dimana ada tertanam didalam hatinya bahwa bila ada rezki akandikembalikannya. Ketiga, si pak sanggup lupa dan tidak tahu bahwa dia tidak mempunyaikeupayaan dan kuasa untuk mengembalikan barangan itu hanya bersandar kepada rezki yangakan datang tanpa berusaha untuk membuat sesuatu tapi hanya duduk dan mengharap aje.Keempat, maka Tuhan menghinanya kerana tidak mahu berusaha untuk mengembalikanbarang kepunyaan pemilik kerana hatinya tidak ada perasaan takut kepada pemilik baranganitu. Bila sudah ada sifat tidak takut pada pemilik walaupun berdepan dengan pemilik, itumenunjukkan bahwa hakikatnya si pak sanggup tidak takutkan Tuhannya, itupun kalau dia adaTuhan”.“Habib Abdullah juga menyebut tentang perjalanan murid menuju kepada Tuhan tidak berkemungkinan sampai kepada Tuhan selagi ada menanggung hak orang lain. Terpulanglahkepada Tuhan untuk menghakimi hambanya samada dibenarkannya untuk meneruskan perjalan hambanya atau tidak. Ini tergantung pada sihamba samada ketidak sanggupan yangsebenar yang di alami dirinya, keikhlasan hati, bertaubat sebenarnya, mempunyai perasaanmalu dan takut pada pemilik barang, berjanji dengan Tuhan tidak akan mengulangi sikapnyauntuk menjadi pak sanggup pada masa akan datang dan menjaga hatinya supaya dibersihkansemula”.
Syarat taubat yang sah ialah menyesali diri atas segala dosa yang lalu dengan sebenar benarpenyesalan serta berazam kuat tidak akan buat lagi dosa selama masih hidup termasuk janganberdetik (cita cita) untuk melakukan dosa kerana perbuatan itu akan merosakkan taubatnyayang sebenar dan tidak diterima oleh Allah Taala.
Keterangan:“Kita harus memahami apa itu Taubat dan apa kesan sampingannya. Bagaimana cara untuk bertaubat yang berkesan pada hati?Apabila taubat itu berkesan maka akan datang pertolongan dari Tuhan untuk membantu dan mengingatkan kita dari melakukan perbuatanmungkar pada masa yang mendatang.Taubat yang sebenarnya adalah suatu perbuatan yang datang dari hati untuk mengucapkanPENGAKUAN pada Tuhan beserta dengan PENYESALAN atas perbuatan perbuatan yanglalu. Apa itu PENGAKUAN, iaitu bersumpah kepada Allah Taala. PENYESALAN adalahPERASAAN KEINSAFAN yang datang dari lubuk hati seorang hamba beserta RASA IKHLAS.
 
Bagaimana RASA IKHLAS datang? MENYEDARI dirinya tidak ada kuasa dan kemampuanuntuk membuat sesuatu walau sebesar zarrah sekalipun. MENYEDARI dirinya dimiliki Tuhan yang menjadikannya. MENYEDARI dirinya dihidupkan dan akan dimatikan oleh Tuhannya. MENYEDARI perbuatan dirinya akan dihadapkan pada Tuhan untuk ditimbangkan segalaamalan-amalannya kelak. Dari mana datangnya MENYEDARI? Itu adalah perbuatan AllahTaala pada hambanya yang hendak diselamatkan dari Api Neraka”.“Sekiranya kita faham akan keterangan diatas itu ada mengandungi beberapa perkara yangmudah dan juga berat supaya jangan mempermainkan seperti berikut:1. PENGAKUAN adalah BERSUMPAH PADA ALLAH TAALA.2. PENYESALAN adalah PERASAAN KEINSAFAN.3. RASA IKHLAS adalah MENYEDARI. Bila ketiga perkara ini dapat difahami dan dilakukan barulah Taubat itu Insyallah berkesan pada diri kita”.
Setiap murid harus mengakui dirinya bersifat cuai dan lalai dalam menunaikan hak hak Tuhanyang wajib atas dirinya. Apabila rasa kesalan atas kecuaian dan kelalaian, maka hati akanberpatah hati dan menyesal mengenangkan diri yang malang. Maka ketahuilah ketika itu Allahakan bersama sesuai dengan firmanNya dalam sebuah Hadis Qudsi;
“Aku sentiasa berada bersama sama orang yang berpatah hatinya kerana AKU” 
Keterangan:
Sila rujuk keterangan diatas; untuk mengakui akan sifat yang sering cuai, lalai dan malasatas perintah Tuhan yang diwajibkan pada diri, hendaklah dilakukan dengan adab danmelaksanankan panduan tersebut sebaik-baiknya. Dengan berwudhu dan selesai shalat berdoalah kepada Tuhan dan mengakulah didepan pintuNya dan mohonlah bantuan dariNya”.
Memelihara Diri Dari Dosa

Setiap murid harus menjauhkan diri dari melakukan dosa dosa kecil apatah lagi dosa besarseperti menjauhi dari mengambil minuman yang beracun. Hendaklah takut untuk melakukandosa lebih pada takut dan gentar jika terminum dan termakan racun yang mematikan. Sebabdosa dan maksiat akan mematikan hati seperti racun membinasakan badan.
 Keterangan:“Mengapakah kita boleh dan sanggup melakukan dosa kecil atau dosa besar? Tetapi akanTAKUT bila seseorang memberitahu bahwa makanan ataupun minuman mengandungi racundan serta merta maka akan menjauhi dari mengambil makanan ataupun minuman itu. Mengapa perkara ini tidak berlaku pada diri kita semasa melakukan dosa kecil ataupun dosabesar? Adakah kerana tidak ada khabar akan perbuatan dosa kecil dan besar akanmembinasakan badan dan mendapat siksaan dari Allah Taala? Alasan apa yang hendak diberikan sedangkan, keterangan dari AlQuran sudah dijelaskan. Nabi dan RasulNya sudahmengingatkan. Para Ulama sudah maklumkan dan Para Guru sudah mengkhabarkannya.Yang menjadi masalah pada diri adalah kerana tidak mempunyai perasaan TAKUT PADA ALLAH. Kenapa tidak ada PERASAAN TAKUT PADA ALLAH seperti MENJAUHI 



  4 perkara tersebut seperti berikut yang harus dipatuhi;1. Jangan sekali-kali meninggalkan segala yang difardhukan keatas diri kamu, jangan sekali-kali mengabaikan apa yang difardhukan atas kamu, jangan melalaikan apa apa yangdifardhukan kepada kamu. Ini membawa kepada tanda sebagai hambaNya yang taat.2. Jangan meninggalkan, mengabaikan, melalaikan perkara dan perbuatan-perbuatan sunnah. Ini membawa kepada tanda kasih dan sayang kepada NabiNya saw.3. Jangan melakukan perbuatan yang haram. Tempat jatuhnya perbuatan haram adalahseperti berikut; fikiran, telinga, mata, hidung, mulut, tangan, kaki, dan kemaluan.a)

 Jangan berfikiran kotor dan buruk, dengan membayang dan menghayal membuat  perkara yang haram.b)

 Jangan mendengar perkara-perkara yang buruk dan haram, seperti mendengar ceritamaruah orang lain, mendengar cerita bohong, mendengar cerita fitnah, mendengar cerita tidak mendatangkan kebaikan yang boleh membawa kepada manfaat.c)

 Jangan memandang perkara dan perbuatan yang haram, samada didepan mata, dikacatv, computer, dvd dan sebagainya. Peliharalah mata kamu dengan memandang AlQuran, Buku-buku Agama, Catitan pelajaran. Jangan sekali-kali mengalihkan pandangan ketempat lain.d)

 Jagalah hidung dari ingin mengambil tahu perihal orang lain.e)

 Jagalah mulut daripada mengeluarkan perkataan yang buruk, yang keji, seperti,mencerita hal orang lain, mencerita maruah orang lain, suka berbohong, sukaberdalih, suka mengumpat, suka maki hamun, suka menjawab yang tidak boleh henti-henti, tidak mengambil berat halal atau haram yang dimasukkan kedalam mulut.Peliharalah mulut dengan mengingati kepada Allah seperti yang telah dijelaskan padabab-bab yang lalu. f)

 Jagalah tangan daripada mengambil haq orang lain tanpa memohon izin walaupunhanya mengambil sebatang jarum atau mengalirkan sehelai rambut. Gunakan tanganuntuk membuat kebajikan, seperti mengambil AlQuran, mengambil buku agama,mengambil buku catitan pelajaran, mengambil tasbih dll. Semua perbuatan inimembawa kepada manfaat kepada manfaat.g)

Tahanlah kaki kamu daripada mengunjungi tempat yang keji, yang hina dan tempat  yang akan melalaikan akan tanggung jawab terhadap Allah Taala. Latih diri denganmengerakkan kaki kemajlis yang diredhai, seperti kelas agama, menziarahi alim-ulama, menziarahi kubur, melangkahkan kaki ke masjid dan dll.h)

 Jagalah kemaluan dari bangun bukan pada yang halal, jauhkan fikiran dan matadaripada benda yang haram kerana boleh membangunkan kemaluan yang sedangtidur.Kesemua perkara tersebut tidak layak dilakukan oleh seorang murid yang ingin menuju ke jalan Allah. Jangan jadikan perjalanan dihentikan oleh perkara-perkara yang disebutkandiatas itu.
Sekiranya si murid itu mengetahui, bahwasanya hatinya tidak boleh lurus dalam agamanyatidak akan terselamat dari bencana-bencana yang mengancam itu, melainkan denganmenghindarkan dirinya dari segala harta dan kekayaan, dan dari sebab-sebab yang menariknyakepada yang demikian, maka wajib atas dirinya menghindarkan segala harta dan kekayaannyaitu. Sekiranya ia seorang yang mempunyai anak-isteri, yang wajib diberi nafkah dan pakaian,
 
Petunjuk Jalan Thariqat 
56maka wajiblah atasnya menyediakan semua itu dan wajiblah ia berusaha mencari wang untuk menutup nafkah dan pakaian anak-isterinya itu.
Keterangan:“Sekiranya kamu dapati bahwa hati kamu tidak boleh lurus dalam agama, tidak bolehterselamat dari bencana-bencana yang sungguh mengancamkan itu, maka hendaklahmenjauhkan diri dari segala harta dan kekayaan dan apa-apa yang boleh menarik kepadanya.Wajiblah atas diri menjauhkan segala harta dan kekayaan itu. Kerana itulah yang terbaik buat kamu.Sekiranya kamu sudah mempunyai keluarga sendiri, mempunyai isteri dan anak-anak. Wajibkeatas diri memberi nafkah dari segi pakaian, makanan, tempat tinggal, perlindungan buat mereka. Wajiblah berusaha dan berikhtiar mencari wang ringgit untuk memberi nafkah, pakaian anak-isteri, tempat tinggal dan lain-lain keperluan yang tidak membawa kepadakeburukan. Jangan sekali-kali meletakkan alasan. Kerana alasan bukan jalan kepadatawakkal”.
Tetapi kalau sesudah ia berusaha, ia tidak berjaya juga, sehingga ke peringkat syara’menguzurkannya, barulah boleh ia bebas dan terselamat dari dosa.
Keterangan:“Sekiranya sudah berusaha dan berikhtiar dan tidak berjaya juga, sehingga dibenarkan padahukum syara’ menguzurkannya, barulah kamu bebas dan terselamat dari perbuatan dosa”.
Jangan Panjang Harapan
Ketahuilah wahai murid yang budiman, bahwasanya kamu tidak berkuasa untuk melazimkandiri dalam ketaatan, dan menjauhkan diri dari tuntutan syahwat serta membelakangi dunia dankeindahannya, melainkan jika kamu mengingatkan diri kamu, bahwa hidup kamu di dunia inihanya tinggal beberapa hari saja lagi, dan bahwasanya kamu tidak berapa lama lagi akan mati.Ketika itu kamu akan melihat ajal kamu di hadapan mata kamu, dan kamu akan bersedia untuk menemui maut, dan kamu menjangka tibanya pada bila-bila masa saja.
Keterangan:“Daftarkanlah didalam benak, bahwa kamu tidak ada kuasa sedikit pun untuk membiasakandiri dalam membuat ketaatan, tidak ada kuasa sedikit pun, tidak dapat menjauhkan diri darimengikuti keinginan nafsu syahwat, tidak ada kuasa untuk menolak dunia dan memalingkansegala kenikmatan dan keindahannya. Kerana apa? Kamu hanyalah patung (boneka). Sebuah patung (boneka) tidak dapat melakukan sebesar zarrah pun, hanya pasrah . . . Jangan sekali-kali berani mengaku kamu ada kuasa untuk mengangkat sesuatu ataumembiasakan diri membuat ketaatan. Hanya satu jalan sahaja yang dapat menyelamatkan diri iaitu dengan mengingatkan diribahwa hidup didunia ini hanya tinggal beberapa hari saja. Boleh tak kamu buat begitu? Tentuboleh! Kalau mahu . . . Kuncinya adalah tepat memilih perbuatan yang hendak dilakukanmengikuti AlQuran dan Sunnah Rasul.Katakan selalu pada diri bahwa kamu sudah tua, walaupun masih muda, katakan selalu, ‘akudah tua, aku tidak perlu apa apa lagi’. Buatlah cara ini selalu, insyallah akan berkesan.
Kerana pengakuan ini akan menghilangkan segala keinginan dunia dan mengharap kembalikepada Allah Taala. Bila pengakuan ini dilafazkan dengan benar dan ikhlas kerana Allah Taala, maka kamu akandapat melihat ajal (roh) dihadapan kamu, dan sudah bersedia untuk menemui maut keranasegala keinginan sudah tidak ada, yang ada tinggal hanya kembali kepadaNya. Kamu akansiap sedia menunggu dan menjangka akan kedatangannya pada bila-bila masa”.
Awas, supaya kamu tidak di tipu oleh panjang harapan untuk hidup lebih lama di dunia, kelak kamu akan ditariknya untuk mencintai dunia, dan kamu akan menjadi susah hati dengannya,sehingga sukar untuk melazimkan diri dalam ketaatan, dan merelakannya kepada membuatibadah serta mengasingkan diri untuk menuju ke jalan akhirat. Kalau begitu dalam mengira-gira bahwa maut akan hampir tiba, dan masanya sudah dekat adalah lebih baik, bukan?! Olehkerana itu patutlah kamu menurutkan anjuran ini, moga-moga Allah memberi kita sekeliantaufiqNya, Amin.
Keterangan:“Jangan kamu sekali-kali ditipu oleh panjang harapan untuk hidup lama didunia danmenikmati segala keindahannya yang tidak kekal. Selagi perkataan ‘MATI’ tidak ada dalambenak fikiran, maka selagi itulah kamu akan tetap mencari kenikmatan dan keindahan duniahingga membuat kamu lupa bahwa maut pasti akan datang. Bila datangnya maut, ohh . . .lambat lagi . . . Itu yang ada dalam fikiran . . .Selagi maut tidak melingkar difikiran, kelak kamu akan ditariknya untuk mencintai dunia danakan merasa susah hati bila segala hajat tidak tercapai. Oleh kerana segala hajat belumtercapai kamu sanggup meninggalkan apa yang telah terbiasa didalam ketaatan, sanggupmerelakan diri meninggalkan ibadah serta kebiasaan dalam mengasingkan diri untuk menujuke jalan akhirat. Perbuatan ini akan berlaku pada semua kerana kerelaan diri belum tercapaiapa yang dihajati.Untuk menghindarinya diri kamu dari ditarik kepada keinginan nafsu syahwat hendaklahmenyakinkan diri bahwa maut akan tiba dan masanya sudah dekat. Bukankah itu yangterbaik? Mudah-mudahan kamu dapat mengikut anjuran ini dan Allah akan memberi sekeliantaufiqNya. Amin, Ya Rabbal Alamin”.
Bersabar Terhadap Penganiayaan Orang
Ada setengah manusia memang tabiatnya suka menganiaya para murid dengan memandangrendah terhadapnya, atau mencelanya, atau sebagainya. Jika kamu tergolong murid-murid yangditimpa penganiayaan serupa itu, maka hendaklah kamu bersabar dan jangan sekali-kali kamucuba membalas. Disamping itu hati kamu harus bersih dari dengki dan dendam, ataumenyimpan perasaan jahat terhadap orang itu. Awas, jangan juga mendoakan yang tak baik terhadap orang itu. Jika orang itu ditimpa sesuatu musibah, atau terkena celaka, maka jangankamu mendakwa yang demikian itu adalah balasan Allah kerana penganiayaannya terhadapdirimu.
Keterangan:
sebenarnya sombong dan tamak? Siapa sebenarnya yang tidak faham?Memang benar, perkara ini buka mudah, hanya orang yang beriman dan bersandar dan memohonkekuatan dari Tuhannya dapat mengatasi perkara sebegini. Hendaknya kamu sentiasadidalam nasihat menasihati antara satu dan lain, bukan disuruh bukak bab! Mengingatkan antara satu dan lain akan mengutamakan haq Allah dan mengutamakanurusan agama. Dengan cara begitu, kamu sebenarnya menasihati diri sendiri juga.49.

Tidak Menganiaya Orang
: Caranya: Dalam apa keadaan sekalipun jangan kamusekali-kali ada keinginan untuk menganiaya orang lain yang menganiayai diri kamu. Lihat no. 41. Secara hikmah, terjadinya penganiayaan atas diri kamu semestinya adasebab tertentu dimana tidak dapat melihatnya. Anggap ini sebagai peringatan dari Allah Taala. Kerana setiap penganiayaan tidak akan berkesan tanpa keizinan dari Allah Taala.50.

 Menghampakan Orang Yang Menghampakannya:
Caranya: Kerana mulut badanbinasa. Kerana janji dibawa mati. Dengan itu jagalah mulut daripada mudah berjanji.Kerana kamu akan dipersoalkan di hadapan Allah Taala! Lihatlah kepada siapa yangkamu janji! Kerana setiap janji yang tidak dilaksanakan akan membawa dihadapan pintu neraka. Sekiranya pihak yang dijanjikan itu merasa hampa, maka di bukanya pintu neraka itu dan dicampakkan kamu ke dalamnya! Sebaliknya sekiranya dirimu yang hampa kepada seseorang hendaknya kamu jangan menghampakannya denganmenahan apa yang patut dikongsikan bersama.51.

Cahaya KeBenaran Terlihat Pada Zahirnya:
Caranya: Untuk mendapatkan cahayakebenaran sebegini bukannya boleh dibeli dengan wang ringgit. Cahaya kebenaransebenarnya datang jauh dari dalam hati yang bersih dari segala sifat keji dan hina. Dan paling utama adalah mempunyai keikhlasan hati dalam melakukan segala perbuatan dan ditujukan pada Allah Taala. Apa yang ada didalam hatinya, baik  percakapan dan perbuatan akan terlihat pada luaran dirinya. Sekiranya Gelap makagelap jugalah terlihat diluarannya. Begitu juga dengan terlihatnya cahaya kebenaranataupun kegelapan dapat ditafsirkan (tentera) apa yang tersembunyi didalam hatinya. Dengan itu, jangan cari, pasti kamu tidak akan dapat, tapi buatlah amal ibadahmusaja, hanya pada Allah Taala.52.

 Mencari Keredhaan Tuhan:
Caranya: Jadikan keazaman dan tujuan hidupmu semata-mata untuk mendapatkan keredhaan Allah Taala. Lihat no. 31.53.

 Rasulullah saw seBagai Orang Ikutnya:
Caranya: Selagi Nabimu ada didalam hatimumaka akan mudah untuk mengerjakan atau menjauhi sesuatu. Sebab, dialah gurusejatimu. Yang ‘problem’nya nabimu tidak berada didalam hatimu, hanya dilidah aje! Ni, yang ‘problem besar’! Sekiranya Nabi saw tidak diambil sebagai orang ikutannya,macam mana hendak menurut jejak-langkahnya. Kerana sebenarnya dia tidak mencintai nabinya! Kalau dia mencintai nabinya, pasti dia akan mengikuti jejak-langkah nabinya, bukan? Bila Nabimu berada didalam hati mu maka pertama sekaliadalah kamu akan mencari (belajar) tentang Nabimu dan sifatnya. Kemudian,mencontohi akhlaknya, perbuatannya dan percakapannya. Kerana kamu mengetahuibahwa; sesiapa yang taat pada Nabi saw bererti taat pada Allah.54.

Tunduk, Dan Patuh (Taat) pada Tuhan:
Caranya: Di sini tidak perlu penjelasan lagi.Sesiapa yang sudah mengenal Tuhannya zahir dan batin, sudah tentu akan sentiasa



 
Petunjuk Jalan Thariqat 
106
tunduk dan patuh kepada Tuhannya. Tidak akan mengemukakan alasan. YangberTuhan cuma dilidah aje akan tunduk dan patuh dengan cara main-main!”.
Kamu akan mendapati mereka sebagai contoh yang tertinggi dalam menuruti perjalanan Nabimereka, sentiasa patuh kepada perintah Tuhan, berlumba-lumba untuk mencapai janji-janjiTuhan yang muluk (tinggi), lari dari ancaman-ancaman Tuhan yang pedih, sebagaimana yangtersebut di dalam firman-firman yang kami sebutkan sebelum ini, mahupun yang tidak kamisebutkan, asalkan yang menunjukkan maksud gembira dan bahagia dengan kemuncak kejayaandan kemenangan bagi orang-orang yang menurut jejak-langkah Rasulullah saw, sertamenunjukkan maksud hina dan duka-nestapa dengan kemuncak kecelaan dan kehinaan bagiorang-orang yang melanggar pengajarannya.
“Ya Allah! Ya Tuhanku! Kami mengaku bahwasanya Engkaulah Tuhan Allah, tiada Tuhan lain melainkan Engkau, Maha Mengasihani, Pemberi berbagai nikmat, Pencipta langit dan bumi dengan penuh keindahan, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Kami mohon kepadaMu supaya dianugerahkan kami menjadi pengikut-pengikut yang terbaik kepada hambaMu dan RasulMu, Junjungan kita Nabi Muhammad saw baik dalam akhlaknya mahupun perbuatanya, zahir dan batin, biarlah kami hidup dan mati atas pegangan ini, wahai Tuhan, kurniakanlah permohonon kami ini dengan Rahmat dan kelebihanMu, wahai Tuhan Yang Maha Rahmat”

Petunjuk Jalan Thariqat 
107
“Ya Allah! Ya Tuhanku! Engkaulah Tuhan kami. BagiMu segala kepujian, kepujian yang banyak, yang baik lagi penuh keberkatan, kepujian yang sesuai dengan keMaha-Agungan ZatMu, dan keMaha-Besaran kerajaanMu. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan, tiada ilmu bagiku melainkan apa yang Engkau ajarkan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku (kami) tergolong orang-orang yang menganiaya diri sendiri” 
Kini selesailah sudah pelajaran dan penerangan “Risalatul Murid – Pertunjuk Jalan Thariqat”,kami mohon kepada Allah swt supaya setiap murid diperteguhkan pendiriannya, diberikanbantuan, perlindungan dan pertolongan dalam perjalanannya serta diperbetulkan dengankemahuannya untuk menuju ke jalan Allah Taala.Selesai sudah penerangan dengan memanjatkan setinggi kepujian kepada Allah Taala padamalam 4 Rajab 1430 dari hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam, dengandiiringi selawat dan salam kepada junjungan kita, dan disertai kepujian bagi Allah, Tuhan serusekalian alam.Amin. 

#MAJDI AT-TAMPIHI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar